Petani Garam Demak Mulai Siapkan Lahan, Incar Panen Melimpah di Musim Kemarau 2026
Demak, MZK News – Memasuki musim kemarau tahun 2026, petani garam di Desa Kedungkarang, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, mulai sibuk bersiap. Berbagai sarana produksi seperti saluran irigasi, tanggul, hingga pembersihan geo membrane diperbaiki demi hasil panen yang maksimal.
Kepala Desa Kedungkarang, Muhdi, menjelaskan bahwa saat ini para petani sedang fokus pada tahap awal, yakni pengeringan lahan tambak. Produksi garam secara massal diprediksi baru akan dimulai pada bulan Juni atau Juli mendatang.
“Saat ini para petani garam sedang dalam proses persiapan seperti pengeringan lahan. Biasanya produksi akan dimulai nanti saat puncak musim kemarau di bulan Juni atau Juli,” ujar Muhdi saat ditemui di Gedung Garam Nasional (GGN), Selasa (28/4/2026).
Potensi produksi di desa ini tergolong besar karena mayoritas warga bergantung pada sektor ini. Muhdi menyebutkan bahwa dalam kondisi cuaca yang mendukung, satu hektare lahan mampu menghasilkan lebih dari 70 ton garam berkualitas tinggi.
Strategi penjualan para petani pun sudah terencana dengan baik. Pada awal musim, hasil panen biasanya langsung dijual, namun produksi pada bulan Agustus umumnya akan disimpan di gudang pribadi atau di Gedung Garam Nasional (GGN).
Keberadaan GGN di Desa Kedungkarang menjadi solusi krusial bagi stabilitas ekonomi petani. Gudang milik pemerintah ini mampu menampung puluhan ribu ton garam, sehingga petani tidak terpaksa menjual murah saat panen raya.
“Melalui sistem koperasi, petani bisa menyimpan garam di GGN. Minimal setiap petani menaruh modal sekitar 25 karung. Nantinya, saat harga garam naik, baru dijual,” jelas Muhdi mengenai sistem investasi garam tersebut.
Sistem penyimpanan ini terbukti efektif menjaga daya tawar petani. Saat ini harga garam berada di kisaran Rp150 ribu per kuintal, namun diprediksi melonjak hingga Rp250 ribu per kuintal pada akhir tahun nanti.
Kualitas garam asal Kedungkarang sendiri diakui sebagai salah satu yang terbaik di Kabupaten Demak. Garam mentah yang disimpan nantinya akan diolah lebih lanjut menjadi garam beryodium untuk dipasarkan ke berbagai wilayah.
Jangkauan pengiriman garam dari desa ini pun sangat luas, mencakup Jakarta, Solo, hingga luar pulau seperti Sumatera. Dengan fasilitas yang mumpuni, diharapkan kesejahteraan petani garam di Demak terus meningkat secara berkelanjutan.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Pemkab Demak


