Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun di Cilacap
Cilacap, MZK News – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meresmikan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Investasi raksasa senilai Rp116 triliun ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja baru.
Peresmian strategis ini dilakukan secara hybrid dan terhubung serentak dengan tujuh lokasi lainnya di Indonesia. Mulai dari Cilegon, Karawang, hingga Maluku Tengah, seluruh wilayah ini menjadi bagian dari peta jalan penguatan industri nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa fase kedua ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang sudah berjalan sejak Februari lalu. Secara total, pemerintah menyiapkan 30 proyek hilirisasi dengan nilai akumulatif mencapai Rp239 triliun.
“Total akan ada 30 proyek hilirisasi nasional senilai Rp239 triliun yang dikembangkan bertahap. Fase kedua ini mencakup 13 proyek strategis di berbagai sektor,” ujar Rosan dalam laporannya.
Sektor energi menjadi salah satu fokus utama dengan pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai. Proyek berkapasitas 62 ribu barel per hari ini ditargetkan mampu memangkas impor bahan bakar secara signifikan dan menghemat devisa negara hingga 1,25 miliar dollar AS.
Tak hanya energi, sektor mineral juga diperkuat melalui pengembangan dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG impor. Di sisi lain, sektor pertanian mengandalkan pengolahan sawit, pala, dan kelapa terintegrasi untuk mendongkrak harga jual komoditas petani lokal.
Presiden Prabowo dalam arahannya menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi adalah harga mati untuk kedaulatan ekonomi. Ia menginginkan agar kekayaan alam Indonesia tidak lagi dijual mentah ke luar negeri, melainkan diolah di dalam negeri untuk kemakmuran rakyat.
“Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan Indonesia. Nilai tambah harus dinikmati di dalam negeri dan kemakmuran dirasakan seluruh rakyat,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para menteri dan direksi BUMN.
Selain fokus pada industri, Kepala Negara menyempatkan diri meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Cilacap. Menurutnya, industri yang kuat harus ditopang oleh generasi muda yang sehat dan cerdas melalui asupan gizi yang terjaga.
Presiden menambahkan bahwa investasi di bidang pendidikan dan gizi merupakan fondasi utama pembangunan bangsa jangka panjang. Program MBG diharapkan tidak hanya menyehatkan pelajar, tetapi juga menggerakkan ekonomi pelaku usaha katering di daerah.
Acara ditutup dengan penekanan sirine oleh Presiden Prabowo sebagai simbol dimulainya pembangunan fisik proyek. Kehadiran sejumlah menteri koordinator dan pimpinan instansi terkait mempertegas keseriusan pemerintah dalam mengawal transformasi ekonomi nasional.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Pemkab Cilacap


