Pusat Kesehatan Bukan Single Fighter, Puskesmas Cilacap Selatan I Perkuat Sinergi Sektoral
Cilacap, MZK News – Puskesmas Cilacap Selatan I menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektoral Tribulanan Pertama Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Cilacap Selatan, Selasa (28/4/2026). Agenda ini bertujuan mengevaluasi program kerja tiga bulan terakhir sekaligus memperkuat sinergi antar-instansi.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyinkronkan pembangunan kesehatan dengan rencana kegiatan sektoral lainnya. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi capaian kinerja, kendala lapangan, hingga komitmen bersama dalam menuntaskan masalah kesehatan yang tidak bisa ditangani puskesmas secara mandiri.
Camat Cilacap Selatan, Agus Wantoso, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia yang memerlukan perhatian kolektif. Ia menyatakan bahwa tanggung jawab kesehatan tidak boleh hanya dibebankan kepada pihak Puskesmas semata.
“Kesehatan bukan tanggung jawab Puskesmas semata. Dibutuhkan peran serta seluruh sektor untuk menuntaskan berbagai permasalahan kesehatan di tengah masyarakat,” tegas Agus Wantoso.
Agus juga mengingatkan bahwa momentum Hari Posyandu Nasional harus dimanfaatkan untuk melahirkan inovasi yang menyentuh akar rumput. Ia berharap para pemangku kepentingan lebih aktif menyerap keluhan warga saat turun ke lapangan.
“Semoga semakin banyak inovasi yang bermanfaat. Saat turun ke lapangan, kita juga harus bisa menyerap permasalahan yang ada di sana,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Kepala Puskesmas Cilacap Selatan I, dr. Eti Putranti, mengungkapkan data kunjungan pasien didominasi oleh klaster dewasa dan lansia. Tercatat sebanyak 9.687 pasien telah terlayani dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Berdasarkan diagnosa, penyakit acute upper respiratory infection atau infeksi saluran pernapasan atas menjadi kasus terbanyak. Selain itu, dr. Eti juga menyoroti indikator pelayanan Tuberkulosis (TB) tahun 2025 yang belum mencapai target maksimal.
Saat ini, pihak Puskesmas masih menghadapi kendala dalam pelaksanaan skrining kesehatan di sekolah, instansi, hingga pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, dukungan dari lintas sektor seperti KUA, unsur pendidikan, dan kelurahan sangat dibutuhkan.
“Kami butuh dukungan dari seluruh sektor agar lebih banyak masyarakat terlayani, serta memotivasi warga agar sadar melakukan pengecekan kesehatan,” ungkap dr. Eti Putranti.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi mendalam dan penandatanganan Berita Acara Penetapan Jenis serta Standar Pelayanan. Langkah ini menandai kesepakatan bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh warga di wilayah Cilacap Selatan.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Pemkab Cilacap


