Dihadiri Kabid Humas Polda Riau, LAM Riau Gelar Prosesi Sakral Tegak Tiang Payung Adat
Pekanbaru, MZK News – Wujud nyata sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus melestarikan khazanah budaya Melayu terus ditunjukkan oleh jajaran kepolisian. Langkah kultural ini dilakukan guna mempererat hubungan emosional antara aparat penegak hukum dan lembaga adat setempat.
Komitmen tersebut dibuktikan oleh Kabid Humas Polda Riau, KBP Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. Dirinya menghadiri langsung prosesi adat sakral bertajuk “Tegak Tiang Payung dan Tonggol Panji Adat” di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri H. Marjohan Yusuf. Agenda ini turut dihadiri oleh Ketua Umum LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., serta diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pemotongan kambing syarat adat.
Ritual tegak tiang panji ini ditegaskan bukan sekadar seremonial tahunan tanpa makna. Momentum tersebut diposisikan sebagai simbol amanah besar bagi peradaban masyarakat Melayu Riau dalam menjaga adat istiadat, menghormati orang tua, memelihara kerukunan, serta menjaga marwah negeri.
Dalam petuah adatnya, Ketum MKA LAM Riau menjabarkan makna filosofis mendalam dari panji-panji yang dikibarkan tinggi tersebut. Lambang ini menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan identitas asli tanah kelahiran mereka di era digital.
“Panji adat yang kita tegakkan bukan sekadar lambang. Tuah dan bakti untuk negeri akan selalu jadi amal. Patah tumbuh hilang berganti, semangat perjuangan tak pernah mati. Takkan Melayu hilang di bumi,” ujar Datuk Seri H. Marjohan Yusuf secara emosional.
Pernyataan tersebut disambut hangat oleh pihak kepolisian yang menganggap nilai-nilai lokal merupakan instrumen pendukung penegakan hukum. Polda Riau menilai bahwa benteng budaya yang kuat secara otomatis akan meminimalkan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
KBP Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan bahwa kehadiran institusi Polri dalam lingkaran adat ini merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap leluhur. Sinergitas ini diharapkan mampu memperkokoh ketahanan sosial siber dan konvensional di wilayah hukum Riau.
“Polri hadir bukan hanya jaga keamanan, tapi juga ikut lestarikan budaya Melayu. Kalau adat terpelihara, marwah terjaga, insyaAllah Riau semakin jaya,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, KBP Zahwani Pandra Arsyad, usai prosesi acara.
Berakhirnya upacara adat ini menjadi bukti sahih betapa eratnya hubungan kemitraan antara kepolisian dan pemangku adat di Bumi Lancang Kuning. Kolaborasi hulu-hilir ini ditargetkan mampu mewujudkan tatanan masyarakat yang aman, rukun, kondusif, dan tetap memegang teguh akar budaya bangsa.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

