Air Terjun Renah Pemetik: Surga Tersembunyi setinggi 65 Meter di Rimba Kerinci
Kekayaan alam Kabupaten Kerinci seolah tidak pernah habis untuk dijelajahi. Selain kemegahan Gunung Kerinci yang legendaris, kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) juga menyimpan surga tersembunyi bernama Air Terjun Renah Pemetik.
Destinasi menawan ini terletak di Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci. Berada jauh dari pemukiman warga, air terjun ini menawarkan suasana yang benar-benar asri dan mampu menyihir siapa pun yang datang mengunjunginya.
Menurut Edwin, seorang fotografer asal Kerinci, perjalanan menuju lokasi ini memerlukan persiapan fisik yang matang. Dari Kota Sungai Penuh, wisatawan harus menempuh jarak sekitar 60 kilometer dengan waktu tempuh satu hingga dua jam.
Setibanya di Desa Lubuk Tabun, petualangan yang sesungguhnya baru dimulai dengan melakukan trekking selama satu jam. Medan yang harus dilalui cukup menantang, mulai dari jalan tanah berbatu hingga melintasi sungai dan perbukitan.
“Air terjun ini belum banyak dikunjungi wisatawan karena lokasinya terpencil dan medannya cukup berat. Namun, tempat ini adalah surga sejati bagi para pecinta petualangan,” ujar Edwin saat berbagi pengalamannya, Kamis (9/4/2026).
Setelah perjalanan yang menguras tenaga, lelah akan mulai terbayar saat suara gemuruh air terdengar dari kejauhan. Begitu sampai di titik utama, pengunjung akan disambut oleh pancuran air raksasa yang menjulang setinggi 65 meter.
Air terjun ini berdiri tegak pada tebing gagah yang dihiasi aneka tumbuhan hijau dan lumut eksotis. “Pemandangan ini sangat indah, apalagi tebingnya seolah memeluk aliran air terjun tersebut,” tambah Edwin penuh kagum.
Berdasarkan cerita warga setempat, kawasan di sekitar Air Terjun Renah Pemetik dikelilingi pohon-pohon besar yang berusia ratusan tahun. Karena masuk dalam zona TNKS, kelestariannya sangat terjaga, sehingga hewan liar terkadang masih menampakkan diri di sekitar hutan.
Uniknya, aliran air ini dipercaya merupakan titik temu dari dua sungai besar yang berada di atas tebing. Meski pemandangan dari atas tebing sangat luar biasa, akses menuju ke sana dianggap sangat berbahaya dan hanya direkomendasikan bagi mereka yang bernyali tinggi.
Kombinasi antara suara gemuruh yang keras, sejuknya angin hutan, serta percikan air yang menyerupai embun menciptakan atmosfer yang dingin menusuk tulang. Keindahan alami inilah yang membuat para pecinta alam rela menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan keajaiban Renah Pemetik.
Ditulis oleh: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina


