Pengurus dan Anggota Gertak MM Sambangi Krimsus Polda Metro

Foto: Pengurus Gertak MM berada di Polda Metro Jaya (Foto: IST)

Jakarta, MZK News – Gertak MM mendatangi Krimsus Polda Metro Jaya untuk mengawal kasus pencemaran nama baik Bos Memiles yang dituduhkan atau melibatkan salah satu anggota paguyuban Gertak MM, yang bertempat di Krimsus Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (04/04/2022).

Dev. Hermawan Ketua Gertak MM memberikan Keterangan persnya ke awak media terkait salah satu anggota paguyubannya yang menjadi saksi di Polda Metro Jaya.

“Jadi hari ini, teman kita menerima panggilan dari Polda Metro Jaya terkait laporan dari CEO Memiles atas pencemaran nama baik, barusan sudah satu sesi dan nanti ada sesi berikutnya setelah jedah istirahat, jadi yang sudah rilis itu ada 3 nama, yaitu Donal, Andi Nuha dan Nila Husen, tapi kami melakukan support maksimal ke Andi Nuha karena yang dua ini belum ada, semacam komirsi inten bersama kami, makanya pendampingan ke Andi Nuha dulu, kecuali kalau dua orang ini berkomunikasi dengan kita, pasti kita support seperti Andi Nuha,” ujarnya.

Muhammad Andi Nuha, Anggota Gertak MM yang dilaporkan oleh CEO Memiles atas pencemaran nama baik, memberikan keterangan persnya terkait pemanggilan dirinya di di Polda Metro Jaya.

“Hari ini saya mendatangi Polda Metro Jaya dengan surat panggilan saya atas pencemaran nama baik atas nama Kamal Tarachand, padahal sesungguhnya saya ini korban dari aplikasinya dia, korban dari aplikasi memiles, punya Kamal Tarachand, tapi justru malah saya yang dilaporkan oleh Pak Kamal Tarachand sebagai terlapor pencemaran nama baik, hari ini baru satu sesi pemeriksaannya, istrirahat dulu, nanti ada sesi selanjutnya, inilah bentuk dari kriminalisasi, kalau seperti ini, saya sebagai korban malah dilaporkan, status saya masih sebagai saksi, untuk pemanggilan saksi yang sekarang ini baru saya saja, tapi di grup WA ada dua orang,” ungkapnya.

Pada saat menyampaikan, dia ditanya apakah akan ada laporan balik, Andi Nuha menjawab.

“Kita akan melaporkan balik mengenai aplikasi memiles ini, dengan modus jual surat iklan dengan promo-promo hadiah, tapi sampai dengan detik ini dari 2019 sampai dengan 2022 satu pun tidak ada yang terealisasi, disinilah teman-teman semuanya adalah para korban dari aplikasi memiles, nanti kita akan melakukan lapor balik,” tegasnya.

Sedangkan Wakil Ketua Gertak MM, Jhon pada kesempatan tersebut juga memberikan komentarnya.

“Jadi sebetulnya, sebelum kita dapatkan pelaporan ini, dari gertak, terdiri Pak Ketua dan kita sudah merencanakan mengadakan LP dan juga pengaduan masyarakat Dumas ke Bareskrim, boleh jadi ini upaya untuk menghambat proses ini, jadi sebenarnya hari ini dan besok kita berencana mengadukan dugaan tindak pidana kepada polisi terhadap pelapor yang saat ini, melaporkan costumer kita, jadi kita memang tetap maju terus karena kita percaya bahwa kita ada di jalan yang benar, kita dari gertak justru mengharapkan ini dibongkar seluas-luasnya, diselediki oleh pihak kepolisian agar ketahuan siapa yang benar siapa yang bersalah. Dengan demikian atas nama costumer yang dirugikan, bisa merasa puas, apabila hukum tetap menjadi panglima di negara ini,” tutupnya.

Reporter: Titik S

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.