Antisipasi Gagal Panen, Polsek Sabak Auh Intensifkan Pantauan Lahan Jagung Usia 78 Hari
Siak, MZK News – Kewaspadaan tinggi terhadap ancaman gagal panen komoditas strategis mulai diperketat sejak dini oleh aparat kepolisian di tingkat sektor. Langkah antisipasi ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menyukseskan program prioritas nasional.
Polsek Sabak Auh, Polres Siak, berkomitmen penuh untuk mengawal draf program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan agar berjalan optimal. Melalui Ps. Kanit Binmas, Aipda Romi Arief Saputra, pihak kepolisian rutin melakukan monitoring berkala ke area pertanian milik daerah.
Petugas turun langsung memantau perkembangan tanaman jagung pipil yang dikelola oleh UPTD Pertanian Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Selasa (9/6/2026). Area percontohan seluas satu hektare ini diposisikan sebagai lumbung pangan lokal yang harus dijaga dari potensi kegagalan produksi.
Lahan yang terletak pada koordinat geografis 1⁰06’51″N 102⁰06’39.9″E tersebut saat ini menampung ribuan batang jagung dengan sistem semai lubang tanam yang telah memasuki usia 79 hari. Kendati perawatan rutin terus dipacu, petugas di lapangan menemukan adanya tantangan alami pada struktur lahan.
Pertumbuhan tinggi batang jagung pipil terpantau tidak merata di beberapa titik akibat karakteristik kontur tanah mineral yang bercampur dengan pasir bulan. Kondisi tanah yang kurang stabil ini menuntut adanya intervensi teknik pemupukan yang lebih intensif bersama tim penyuluh pertanian.
“Tanaman saat ini berkembang dengan baik dan masih dalam perawatan secara berkala serta berkelanjutan. Memang pertumbuhan batang jagung pipilnya tidak merata karena kontur tanah mineral atau pasir bulan,” tulis laporan resmi Kapolsek Sabak Auh kepada Kapolres Siak.
Pengawasan ketat dari hulu ini menjadi bukti sahih bahwa institusi kepolisian tidak hanya fokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Polisi kini memperluas peran teritorialnya dengan bersiaga mengawal rantai produksi pangan masyarakat desa.
Walaupun estimasi tonase hasil panen belum dirilis secara resmi oleh dinas terkait, Polsek Sabak Auh menegaskan komitmen pengasuhan operasional ini akan berjalan hingga masa panen raya tiba. Pendampingan ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kerugian materiil di tingkat petani.
Langkah taktis yang dilakukan oleh jajaran polsek ini juga telah dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan Polres Siak sebagai bentuk pertanggungjawaban program. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya target kemandirian pangan nasional.
“Ini bentuk Polri hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya soal keamanan, tapi juga kesejahteraan. Kami ingin petani untung, swasembada pangan tercapai,” tegas Aipda Romi Arief Saputra saat berada di lokasi pertanian.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

