DaerahFEATUREDNewsRegionalSekolahTOP STORIES

Dua Hari Jelang Penutupan, Posko SPMB Jakarta Timur di SMKN 26 Diserbu Ratusan Orang Tua

Jakarta, MZK News – Aktivitas pelayanan tatap muka di pusat bantuan penerimaan siswa baru mulai mengalami lonjakan signifikan menjelang penutupan pendaftaran. Banyaknya warga yang datang disebabkan oleh tingginya kendala teknis dalam pengisian formulir digital.

Suasana Posko Pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Wilayah Jakarta Timur di SMKN 26 Jakarta terlihat ramai pada dua hari menjelang batas akhir verifikasi prapendaftaran, Selasa (9/6/2026). Sejumlah orang tua dan calon peserta didik datang berbondong-bondong untuk memperbaiki data yang mengalami kesalahan pada sistem administrasi.

Posko yang berlokasi di Jalan Balai Pustaka Baru I No. 2, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung itu dipenuhi antrean warga sejak pagi hari. Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta Timur, melainkan ada yang sengaja datang jauh-jauh dari Bogor, Jawa Barat, demi mengurus proses seleksi jenjang SMP dan SMA.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar warga mengantre untuk melakukan koreksi data krusial yang terlanjur diinput ke dalam sistem. Jenis kesalahan yang ditemukan pun cukup beragam, mulai dari nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang tidak sinkron, hingga kekeliruan tempat dan tanggal lahir anak.

Selain itu, masalah administrasi kependudukan juga mendominasi berkas aduan, seperti kesalahan penulisan ejaan nama serta koordinat alamat rumah yang tidak sama dengan dokumen asli pada Kartu Keluarga (KK). Kondisi ini membuat kepanikan tersendiri bagi para orang tua murid karena batas waktu yang makin mepet.

Petugas posko tampak bersiaga melayani satu per satu warga yang membutuhkan bantuan verifikasi manual secara humanis. Beberapa orang tua terlihat membawa map berisi tumpukan dokumen pendukung asli untuk memastikan draf perbaikan data anak mereka dapat langsung disetujui sesuai regulasi.

Ramainya kunjungan ke SMKN 26 ini menunjukkan bahwa masih banyak elemen masyarakat yang membutuhkan pendampingan teknis dalam ekosistem digital. Meski sistem pendaftaran daring dirancang untuk mempermudah layanan, sebagian wali murid mengaku masih gagap memahami tahapan verifikasi mandiri.

“Sistem daring sebenarnya praktis, tapi kalau sudah salah input data nilai atau alamat KK, tombol perbaikannya membingungkan. Makanya saya memilih datang langsung ke posko di SMKN 26 ini agar mendapatkan penjelasan yang lebih gamblang dari petugas,” ujar salah satu orang tua calon siswa di lokasi.

Kehadiran posko pelayanan fisik ini dinilai menjadi solusi penyelamat bagi masyarakat dalam mengatasi kebuntuan sistem selama proses pendaftaran. Petugas di lapangan siap mengawal kendala tautan koordinat domisili agar calon siswa tidak gugur dalam seleksi jalur zonasi.

Menjelang detik-detik akhir berakhirnya masa verifikasi prapendaftaran, panitia mengimbau masyarakat untuk segera meneliti kembali seluruh draf berkas yang telah diunggah. Ketelitian dalam pengisian data di fase awal ini menjadi kunci utama agar proses seleksi berjalan lancar tanpa hambatan di tahap pengumuman nanti.

Reporter: Ahmad Subagiyo
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *