Ketua DPRD Sumbar Muhidi Sentil Bahaya Gadget, Ajak Pemuda Jadikan Masjid Benteng Akhlak
Padang, MZK News – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, memberikan atensi serius terhadap fenomena kecanduan gawai di tingkat remaja. Pola pemakaian ponsel pintar yang berlebihan dinilai menyimpan potensi laten yang mampu merusak tatanan moral dan akhlak generasi muda.
Muhidi mengingatkan bahwa era disrupsi informasi saat ini menuntut adanya tameng spiritual yang kokoh di lingkungan keluarga. Tanpa adanya benteng keimanan dan karakter yang kuat, penetrasi budaya asing melalui internet dikhawatirkan dapat memicu degradasi moral yang parah.
Sebagai solusi lokal, Muhidi mendorong penguatan kembali filosofi adat Minangkabau, yakni Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai-nilai luhur ini harus diimplementasikan secara nyata dengan cara mendekatkan kembali anak-anak muda ke lingkungan rumah ibadah.
“Kalau ini bisa kita pertahankan, kita bisa menghadapi kondisi yang ada,” ujar Muhidi secara lugas saat menghadiri agenda keagamaan bersama warga, Jumat (29/5/2026).
Pernyataan strategis tersebut disampaikan oleh politisi Sumbar ini di tengah pelaksanaan program Jumat Berkah. Kegiatan sosial keagamaan ini diinisiasi secara swadaya oleh pengurus dan jemaah Masjid Al Manar, Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Kehadiran langsung Ketua DPRD Sumbar dalam forum santai tersebut menjadi bukti nyata kedekatannya dengan konstituen di tingkat akar rumput. Muhidi memanfaatkan momentum ini untuk berdialog secara hangat serta menyerap aspirasi langsung terkait isu-isu sosial kemasyarakatan.
Bagi jajaran DPRD Sumbar, harmonisasi dan kolaborasi aktif yang dibangun bersama masyarakat merupakan modal dasar dalam mempercepat pembangunan daerah. Melalui sinergi yang harmonis antara umara, ulama, dan ninik mamak, pemprov optimistis kualitas sumber daya manusia (SDM) Sumbar tetap terjaga di masa depan.
Reporter: Novrianto
Editor: Martha Syaflina

