DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Peninggalan Fauzi Siin Terbengkalai, Mess Pemda Kerinci di Kota Jambi Rusak Parah

Jambi, MZK News – Kondisi Mess Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kerinci yang berlokasi di kawasan Jalan Matahari I, Kota Jambi, saat ini sangat memprihatinkan, Jum’at (22/5/2026). Bangunan yang menjadi salah satu aset berharga peninggalan masa kepemimpinan almarhum Bupati Fauzi Siin tersebut tampak terbengkalai tanpa perawatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kerusakan parah pada fisik gedung. Cat dinding terlihat mengelupas, plafon hancur, dan fasilitas interior di dalamnya sudah tidak layak pakai, sementara area pekarangan luar tampak kumuh dipenuhi semak liar.

Padahal, gedung ini memiliki rekam jejak historis yang kuat bagi masyarakat bumi sakti alam kerinci. Mess Pemda ini dibangun pada tahun 2001 sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah dalam menyediakan tempat bernaung yang representatif di pusat provinsi.

Pada masa kejayaannya, gedung ini aktif beroperasi sebagai tempat persinggahan pejabat dinas maupun warga sipil Kerinci. Fasilitas ini sangat diandalkan oleh masyarakat yang sedang mengurus keperluan birokrasi, menempuh pendidikan, hingga berobat di Kota Jambi.

Namun sekarang, bangunan ikonik itu kehilangan fungsi utamanya dan menyerupai rumah hantu. Minimnya alokasi anggaran pemeliharaan selama bertahun-tahun membuat nilai fungsi dan nilai ekonomis aset daerah ini merosot tajam.

Kondisi tersebut memicu kritik pedas dari aktivis lokal Kerinci-Sungai Penuh, Iwan Efendi. Ia menilai jajaran eksekutif terkesan lalai dan menutup mata terhadap penyelamatan barang milik daerah yang dibangun menggunakan uang negara.

“Ini aset daerah, bukan bangunan biasa. Sangat disayangkan jika dibiarkan terus terbengkalai. Pemerintah harus memiliki kepedulian terhadap aset peninggalan yang dulu dibangun untuk kepentingan masyarakat Kerinci,” ujar Iwan Efendi dengan nada kecewa.

Iwan mendesak Penjabat Bupati dan Diskominfo Kerinci untuk segera menyusun langkah taktis renovasi. Jika dikelola secara profesional, gedung ini berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru melalui skema penyewaan atau mes transit.

“Kita berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Jangan sampai bangunan bersejarah ini rusak total karena kelalaian dalam pengelolaan dan akhirnya menjadi beban daerah,” tegas Iwan menambahkan.

Masyarakat luas kini menunggu respons cepat dan aksi nyata dari pengambil kebijakan di Kabupaten Kerinci. Penyelamatan aset ini dinilai penting sebagai bentuk penghormatan atas legasi pembangunan yang diwariskan oleh para pendahulu daerah.

Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *