DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Atasi Antrean Pasien, Bupati Bursah Zarnubi Resmikan Layanan Cuci Darah di RSUD Lahat

Lahat, MZK News – Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, bersama Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, resmi meluncurkan pengembangan layanan dialisis atau cuci darah di RSUD Lahat. Peresmian yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 ini menandai babak baru peningkatan fasilitas kesehatan di Bumi Seganti Setungguan.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Lahat, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, serta Plt Direktur RSUD Lahat, dr. Dina Ekawati. Kehadiran para pejabat daerah ini menegaskan dukungan penuh terhadap akses kesehatan bagi pasien gagal ginjal.

Dalam sambutannya, Bupati Bursah Zarnubi menegaskan bahwa layanan cuci darah merupakan kebutuhan yang sangat vital. Ia berjanji akan terus meningkatkan kapasitas alat di RSUD Lahat agar tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan jadwal perawatan.

“Pelayanan ini sangat penting sekali. Ke depan mungkin jumlah mesin akan kita tambah lagi agar pelayanan lebih efektif, karena masih banyak pasien yang harus antre,” ujar Bursah pada Senin (11/5/2026).

Selain fokus pada alat medis, Bupati juga menyoroti pentingnya kualitas tenaga kesehatan. Ia menginginkan adanya keseimbangan antara teknologi medis yang canggih dengan pelayanan yang ramah dan profesional.

“SDM harus terus dilatih. Pelayanan kesehatan ini butuh sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama demi masyarakat Kabupaten Lahat,” tegas Bursah menambahkan.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, memberikan apresiasi tinggi terhadap hadirnya fasilitas baru ini. Menurutnya, langkah ini adalah solusi nyata untuk memangkas antrean panjang yang selama ini membebani pasien.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi. Setelah ini diharapkan lebih banyak pasien dapat tertampung sehingga masyarakat yang butuh layanan cuci darah bisa tercover dengan baik,” kata Widia.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Lahat, dr. Dina Ekawati, mengungkapkan bahwa proses pengembangan unit dialisis ini melalui tahapan yang panjang. Pihak rumah sakit harus memastikan seluruh perizinan dan validasi alat dari Kemenkes terpenuhi secara ketat.

“Banyak tahapan dan proses yang harus dilalui. Alhamdulillah akhirnya layanan ini resmi berjalan dan siap membantu masyarakat,” jelas dr. Dina penuh syukur.

Sebelum adanya pengembangan ini, keterbatasan mesin membuat banyak warga Lahat terpaksa harus dirujuk ke luar daerah. Kini, RSUD Lahat optimistis dapat melayani pasien secara mandiri tanpa harus menunggu lama atau pergi ke luar kota.

Reporter: Heri Susanto
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *