Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 27 Kg Sabu Malaysia di Selat Akar
Selatpanjang, MZK News – Jajaran Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti bersama Polda Riau berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Operasi ini dilakukan di perairan Selat Akar, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Sabtu (2/5/2026).
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua pria berinisial K dan S yang diduga berperan sebagai kurir laut internasional. Dari tangan para pelaku, petugas menyita 27 kilogram sabu serta 260 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.
Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi, menegaskan bahwa peredaran narkotika merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Wilayah perairan Riau dinilai masih sangat rawan menjadi pintu masuk jaringan global.
“Hampir semua pengungkapan kasus narkoba ini berasal dari negara tetangga. Ini menunjukkan wilayah perairan Riau masih sangat rawan dimanfaatkan jaringan internasional,” ujar Hengki saat jumpa pers di Mapolres Meranti.
Hengki juga menekankan bahwa Polda Riau menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk peredaran narkoba. Pihaknya tidak akan segan menindak tegas siapa pun yang terlibat, termasuk jika ada oknum anggota kepolisian.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai penyelundupan di Kecamatan Tasik Putri Puyuh. Polisi pun melakukan pengejaran dengan strategi khusus agar tidak terdeteksi.
“Kami melakukan pengejaran menggunakan kapal pompong agar terduga tidak curiga. Saat akan dihentikan, terduga mencoba melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Aldi menjelaskan kronologi penangkapan.
Salah satu pelaku berinisial K terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena mencoba melarikan diri dan mengabaikan tembakan peringatan. Saat menggeledah speedboat pelaku, polisi menemukan dua tas besar berisi puluhan paket sabu.
Barang bukti tersebut terdiri dari 17 paket bermerek Chinese Pin Wei dan 10 paket bermerek Gold Leaf dengan berat total 27 kilogram. Penggagalan ini diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 6,6 juta jiwa dari bahaya narkotika.
Dirresnarkoba Polda Riau, Kombes Putu Yudha Prawira, menambahkan bahwa Pantai Timur Sumatera masih menjadi jalur utama masuknya narkoba internasional. Untuk itu, Polda Riau terus memperkuat pencegahan melalui program Kampung Tangguh Anti Narkoba.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina


