FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Gandeng Universitas Borobudur, Kemenko Perekonomian Dorong Sinkronisasi TKDN Hulu Migas

Jakarta, MZK News – Penggunaan produk dalam negeri menjadi instrumen strategis bagi penguatan struktur ekonomi nasional di tengah fluktuasi pasar global. Langkah taktis ini dioptimalkan guna memacu pertumbuhan industri domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada rantai pasok impor.

Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) memegang peranan krusial sebagai motor penggerak ketahanan energi sekaligus pusat perputaran investasi padat modal. Melalui pengetatan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pemerintah berkomitmen memastikan bahwa aktivitas pengadaan barang dan jasa memberikan efek pengganda yang luas bagi vendor lokal.

Guna menyelaraskan draf regulasi tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan Universitas Borobudur menggelar seminar nasional penguatan kebijakan TKDN harian di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Forum ini dibuka langsung oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Borobudur, Faisal Santiago.

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, yang bertindak sebagai pembicara kunci. Dirinya menggarisbawahi bahwa pembenahan tata kelola TKDN harian sangat mendesak demi menyukseskan target peningkatan produksi migas nasional secara masif.

“Peningkatan produksi energi domestik, pembangunan infrastruktur energi, serta penguatan rantai pasok industri dalam negeri perlu berjalan secara beriringan guna mendukung kemandirian, ketahanan, dan swasembada energi nasional,” ujar Wamen ESDM Yuliot Tanjung.

Seminar harian ini juga mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku bisnis kakap sektor energi nasional. Sejumlah draf narasumber penting yang hadir antara lain Deputi Bidang Koordinasi Energi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, perwakilan Kemenperin Willy Fandri, akademisi Ahmad Redi, pejabat SKK Migas Dino Andrian, hingga VP SCM Pertamina Hulu Energi Bongbongan Tampubolon.

Para pakar sepakat bahwa penguatan penggunaan produk lokal sangat vital bagi pengembangan industri harian baja khusus atau Oil Country Tubular Goods (OCTG) nasional. Kendati demikian, pendalaman struktur industri ini menuntut adanya investasi material strategis, percepatan sertifikasi, serta draf jaminan kepastian pasar.

Dalam sesi diskusi panel, Deputi Elen Setiadi mendesak draf penguatan koordinasi lintas sektoral guna memetakan sumbatan birokrasi dalam implementasi TKDN harian. Seluruh masukan dari pelaku usaha dikumpulkan sebagai draf basis data penyempurnaan draf draf aturan ke depan.

Menutup kegiatan, akademisi Universitas Borobudur, Arief Hidayat, berharap draf rekomendasi dari seminar ini dapat segera dieksekusi secara nyata oleh regulator. Kepastian hukum dalam pengelolaan sumber daya alam dinilai wajib berpijak pada draf amanat konstitusi demi kemakmuran rakyat.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenko Perekonomian RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *