BrainsFEATUREDTOP STORIESWhat’s That?

Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Simak Penjelasan Ilmiah Lengkapnya

Pelangi adalah salah satu fenomena alam paling indah yang sering muncul setelah hujan mereda. Kehadirannya yang penuh warna di langit selalu berhasil menarik perhatian, namun tahukah Anda bagaimana proses ilmiah di baliknya?

Secara sederhana, pelangi terbentuk karena adanya interaksi antara cahaya matahari dengan tetesan air hujan di atmosfer. Proses ini melibatkan serangkaian fenomena fisika yang kompleks namun menarik untuk dipelajari.

Tahap pertama dimulai dengan pembiasan cahaya. Saat sinar matahari mengenai tetesan air hujan, cahaya tersebut akan dibelokkan ketika berpindah dari udara ke medium air yang lebih padat.

Setelah masuk ke dalam tetesan air, cahaya matahari yang awalnya berwarna putih akan mengalami dispersi. Cahaya putih tersebut terurai menjadi spektrum warna yang berbeda, mulai dari merah hingga ungu.

Langkah selanjutnya adalah pemantulan. Cahaya yang telah terurai tersebut kemudian mengenai dinding bagian belakang tetesan air dan terpantul kembali ke arah depan.

Saat cahaya yang terpantul ini keluar dari tetesan air, ia kembali mengalami pembiasan untuk kedua kalinya. Proses inilah yang menyebabkan warna-warna tersebut semakin menyebar dan membentuk busur yang melengkung.

Mata manusia kemudian menangkap kumpulan busur warna-warni ini sebagai fenomena yang kita kenal dengan sebutan pelangi. Urutan warnanya selalu tetap, yaitu merah di bagian terluar dan ungu di bagian terdalam.

Hal ini terjadi karena setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Cahaya merah dibelokkan pada sudut yang lebih kecil, sementara cahaya ungu dibelokkan pada sudut yang paling tajam.

Penting untuk diketahui bahwa pelangi hanya bisa terlihat jika posisi matahari berada di belakang Anda dan hujan terjadi di depan Anda. Sudut pandang mata manusia terhadap tetesan air biasanya harus berada pada kisaran 42 derajat.

Memahami proses terjadinya pelangi membantu kita lebih menghargai keajaiban fisika yang terjadi di alam semesta. Fenomena ini membuktikan bahwa cahaya matahari menyimpan keindahan spektrum warna yang luar biasa di balik sinarnya yang putih.123

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *