Sapa 4.000 Mahasiswa UNPAM, Menko AHY Bakar Semangat Generasi Muda Hadapi Krisis Iklim
Tangerang Selatan, MZK News – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan berintegritas. Kesiapan kompetensi ini krusial agar generasi muda mampu menaklukkan dinamika global yang kian kompleks.
Pesan kebangsaan tersebut disampaikan Menko AHY saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional bertema “Young Leadership for Sustainable Future”. Agenda besar ini dipusatkan di Auditorium Darsono, Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Viktor, Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026).
Menko AHY mengaku sangat optimis saat menyaksikan gemuruh energi positif dari ribuan mahasiswa yang memadati lokasi acara. Semangat menyala dari para akademisi muda ini dinilai menjadi modal sosiologis yang sangat berharga bagi masa depan Indonesia.
“Senang sekali hari ini saya bisa hadir dan menyapa langsung lebih dari 4.000 mahasiswa Universitas Pamulang. Energi dan antusiasme luar biasa dari generasi muda tadi sungguh memberikan optimisme baru bagi masa depan bangsa,” ujar Menko AHY dengan penuh semangat.
Dalam kesempatan itu, Menko AHY turut melayangkan apresiasi tinggi kepada Universitas Pamulang, Yayasan Sasmita Jaya, serta jajaran rektorat. UNPAM dinilai konsisten membuka akses pendidikan tinggi secara merata bagi kelompok marginal, keluarga prasejahtera, hingga penyandang disabilitas.
Langkah mulia tersebut dipandang sebagai kontribusi nyata dalam memangkas jurang kemiskinan dan ketimpangan sosial melalui jalur edukasi formal. Ia juga memberikan penghormatan khusus atas visi luhur pendiri UNPAM, almarhum Dr. H. Darsono, yang terus dihidupkan oleh sivitas akademika.
“UNPAM telah menjadi contoh nyata kampus yang membuka pintu pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa. Langkah mulia ini sangat berharga dalam mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan sosial,” kata Menko AHY menambahkan.
Di hadapan peserta, Menko AHY membedah isu bertema “Krisis Iklim, Infrastruktur, dan Pembangunan Berkelanjutan”. Ia mengimbau mahasiswa untuk peka terhadap berbagai tantangan global, mulai dari gejolak geopolitik pemicu krisis energi dan pangan, hingga ancaman nyata perubahan iklim ekstrem.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh sekadar mengambil peran pasif atau sekadar bertahan di tengah gempuran krisis dunia. Negara ini harus mampu melompat menjadi kekuatan baru yang kompetitif dengan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian ekologi.
“Kita tidak boleh hanya sekadar bertahan, kita harus menjadi bangsa yang unggul, bangsa pemenang. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berjalan beriringan dengan pembangunan berkelanjutan yang menjaga lingkungan,” tegas Menko AHY.
Ia juga memaparkan langkah taktis pemerintah dalam mendorong program dekarbonisasi massal di sektor industri dan transportasi. Percepatan ekosistem kendaraan listrik (elektrifikasi) serta transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) kini gencar digulirkan demi menyetop ketergantungan pada energi fosil.
“Kita harus konsisten mendorong dekarbonisasi di berbagai sektor, termasuk melalui elektrifikasi transportasi dan transisi ke energi baru terbarukan. Pembangunan tidak boleh mengorbankan masa depan anak cucu kita,” lanjutnya secara lugas.
Menko AHY menegaskan kembali bahwa melimpahnya kekayaan alam nusantara akan sia-sia tanpa adanya sokongan dari SDM yang kompeten. Investasi pada sektor manusia merupakan fondasi absolut agar seluruh hasil bumi dapat dikelola secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.
“Terima kasih keluarga besar UNPAM. Teruslah bergerak maju menjadi center of excellence yang mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berintegritas,” pungkas Menko AHY menutup taklimatnya.
Dalam kunjungan kerja ini, Menko AHY didampingi oleh barisan staf khusus dan tenaga ahli kementerian. Tampak hadir Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, serta Tenaga Ahli Menko, Brigjen TNI Rio Neswan.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenkoinfra

