
Fokus Pengabdian Warga, Wali Kota Agung Nugroho Buka Sosialisasi Produk Hukum di Pekanbaru
Pekanbaru, MZK News – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota, Markarius Anwar, untuk mengubah arah kepemimpinan dari perjuangan politik menuju pengabdian penuh kepada masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan warga Kecamatan Payung Sekaki, Tuah Madani, dan Senapelan saat membuka Sosialisasi Produk Hukum di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (21/9/2026).
Momen perubahan fokus ini menjadi ajang konsolidasi bersama seluruh jajaran pemerintahan dan elemen masyarakat. Perjuangan memenangkan kontestasi politik telah usai, kini giliran seluruh potensi diarahkan demi menyukseskan program pembangunan daerah.
“Dulu kita sama-sama di 15 kecamatan untuk memenangkan Agung Nugroho-Markarius Anwar. Tapi hari ini perjuangan kita ubah menjadi pengabdian, yaitu menyukseskan program-program Pemko Pekanbaru,” kata Agung Nugroho.
Setelah satu tahun memimpin, Agung memaparkan berbagai prioritas kerja yang menyentuh langsung kebutuhan publik. Fokus utama pemko mencakup penataan kebersihan kota, jaminan layanan kesehatan, percepatan perbaikan jalan, penanganan stunting, hingga program zero anak putus sekolah.
Agung menegaskan bahwa kemajuan pesat Kota Pekanbaru merupakan buah dari sinergi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di setiap tingkatan. Tanpa peran aktif dari kepala dinas, camat, hingga lurah, roda pemerintahan tidak akan mampu melaju dengan cepat dan responsif.
“Tanpa kepala dinas, tanpa camat, tanpa lurah, dan tanpa ASN Kota Pekanbaru, pemerintahan ini tidak bisa berjalan secepat ini,” tegasnya.
Di tengah kondisi keterbatasan anggaran dan pemotongan dana transfer pusat, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang warisan periode sebelumnya senilai Rp470 miliar dalam satu tahun anggaran. Keberhasilan ini diraih berkat efisiensi anggaran serta terobosan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah tersebut berdampak positif pada perekonomian kota yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,39 persen pada triwulan kedua. Sektor padat karya yang melibatkan ribuan warga dan perputaran uang TPP pegawai di dalam kota menjadi penopang utama laju ekonomi Pekanbaru.
“Kalau padat modal dinikmati sebagian orang di pabrik, tetapi Kota Pekanbaru pertumbuhannya didukung oleh padat karya. Pegawai juga wajib membelanjakan TPP di Pekanbaru agar perputaran ekonomi terus terjaga,” tutup Agung.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

