DaerahFEATUREDKepolisianNewsRegionalTOP STORIES

Polda Riau Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Bersih, Tidak Ada Kuota Titipan!

Pekanbaru, MZK News – Institusi Kepolisian Daerah (Polda) Riau memastikan komitmennya dalam menyelenggarakan seleksi kedinasan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Langkah pengawasan ketat ini diambil demi melahirkan calon perwira yang berintegritas tinggi sejak dari proses hulu.

Proses rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Bumi Lancang Kuning dipastikan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Polda Riau melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menegaskan tidak ada toleransi bagi segala bentuk kecurangan dalam sistem kelulusan.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Karo SDM Polda Riau, Kombes Pol Dr. Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K., M.H., Kamis (11/6/2026). Dirinya menyatakan bahwa semua calon taruna dan taruni memiliki hak serta peluang yang sama untuk lolos tanpa adanya diskriminasi.

“Rekrutmen Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya melalui jalur reguler nasional. Tidak ada kuota khusus, jalur prestasi, jalur titipan, maupun perlakuan istimewa bagi peserta tertentu. Semua peserta mengikuti tahapan yang sama dan dinilai secara objektif,” tegas Kombes Boy Jeckson.

Mantan Kapolres Nganjuk ini menjelaskan bahwa implementasi sistem seleksi mengacu pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Guna menjamin keaslian nilai di lapangan, kepolisian menggandeng pengawas internal dari Propam serta pengawas eksternal independen.

Pola rekrutmen modern yang diterapkan Polri saat ini diklaim telah memenuhi ekspektasi publik serta berbagai lembaga kontrol sosial. Pihak-pihak seperti Kompolnas, Ombudsman RI, perwakilan LSM, hingga Tim Komisi Percepatan Reformasi Polri turut dilibatkan untuk melakukan monitoring berkala.

“Pola rekrutmen yang diterapkan Polri saat ini telah sesuai dengan harapan masyarakat dan berbagai lembaga pengawas yang selama ini turut melakukan monitoring,” tutur Karo SDM menambahkan rincian draf pengawasan.

Menyikapi kerawanan modus penipuan, Kombes Boy mengimbau para orang tua peserta agar tidak mudah tergiur oleh janji manis oknum yang mengaku memiliki akses khusus. Kelulusan murni merupakan representasi dari akumulasi hasil kerja keras, ketahanan fisik, dan kecerdasan intelektual siswa itu sendiri.

Masyarakat diminta segera melapor ke nomor aduan resmi jika menemukan adanya indikasi pemerasan atau tawaran kelulusan instan yang meminta imbalan materiil. Di sisi lain, panitia daerah saat ini sedang merampungkan hasil pemeriksaan kesehatan tahap II (Rikkes II) yang telah bergulir pekan lalu.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa proses rekrutmen Polri dilaksanakan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting untuk merekrut personel yang berkualitas untuk dapat melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat secara maksimal,” pungkasnya.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *