DaerahFEATUREDNewsRegionalSekolahTOP STORIES

Bentengi Generasi Muda, Cabdin Wilayah I Riau Integrasikan Kurikulum Anti-Narkoba dan Korupsi

Pelalawan, MZK News – Pemerintah Provinsi Riau terus memperketat draf kurikulum pendidikan guna mencetak generasi muda yang bersih dan berintegritas. Langkah sosiokultural ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam membentengi lingkungan sekolah dari ancaman narkoba serta mentalitas koruptif.

Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Wilayah I bergerak cepat merealisasikan visi tersebut melalui agenda strategis daerah. Mereka menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan dan Validasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Terintegrasi P4GN serta Pendidikan Anti Korupsi Tahun 2026 di Kabupaten Pelalawan, 10–11 Juni 2026, Kamis (11/6/2026).

Agenda tahunan yang berlangsung khidmat ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Ismail, S.Ag. Dalam pengarahannya, Ismail mendesak seluruh jajaran pendidik untuk tidak hanya fokus mengejar angka kelulusan akademik secara parsial.

“Penting penguatan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada kualitas pendidikan, tetapi juga membangun karakter peserta didik melalui integrasi nilai-nilai anti-narkoba dan anti-korupsi,” tegas Ismail di hadapan ratusan delegasi sekolah.

Rakor tersebut dihadiri secara antusias oleh 266 peserta yang merupakan jajaran manajemen harian sekolah menengah. Komposisi peserta terdiri dari Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum tingkat SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.

Seluruh utusan tersebut mewakili tiga wilayah administrasi strategis di bawah naungan Cabdin Wilayah I, yaitu Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain membahas draf KSP, forum ini juga membedah formula evaluasi manajerial sekolah yang mutakhir.

Materi krusial mengenai Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) Silang dipaparkan langsung oleh Ketua Koordinator Pengawas Wilayah I, Sugeng Priono, S.Pd., M.M.Pd. Sistem penilaian silang ini diproyeksikan mampu mendongkrak kualitas kepemimpinan dan iklim prestasi antarsekolah secara objektif.

“Implementasi PKKS Silang jadi instrumen penting dorong mutu pendidikan melalui evaluasi objektif, transparan, dan berkelanjutan terhadap kinerja kepala sekolah,” sahut Sugeng Priono menjelaskan regulasi baru tersebut.

Sebagai penutup komitmen bersama, rakor diakhiri dengan prosesi penandatanganan Dokumen KSP oleh Kacabdin Wilayah I bersama jajaran Pengawas Pembina tiap satuan pendidikan. Penandatanganan draf ini menandai diberlakukannya kurikulum berintegritas secara serentak di tiga kabupaten.

Melalui standarisasi kurikulum baru ini, seluruh sekolah di Wilayah I diharapkan mampu melahirkan ekosistem belajar yang adaptif serta inovatif. Target utamanya adalah mencetak profil lulusan yang unggul, berkarakter kuat, berwawasan luas, serta memiliki imunitas tinggi terhadap bahaya narkoba.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *