
Kumpulkan Pejabat Eselon I dan II, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tekankan Koridor Konstitusi
Jakarta, MZK News – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) terus melakukan penguatan konsolidasi internal guna menyelaraskan arah kebijakan strategis organisasi. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk mengantisipasi dinamika geopolitik global yang kian dinamis.
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pengarahan langsung kepada jajaran pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan Kemhan. Agenda penguatan komitmen kerja tersebut berlangsung di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan tatap muka ini diarsiteki secara khusus sebagai ruang penyamaan visi serta komitmen fungsionaris kementerian. Seluruh pimpinan unit kerja diinstruksikan untuk bergerak dalam satu draf komando yang solid demi mendukung penyelenggaraan fungsi pertahanan negara.
Dalam arahannya, Menhan menegaskan bahwa setiap pejabat memikul tanggung jawab besar yang bersentuhan langsung dengan kedaulatan wilayah. Oleh karena itu, amanah jabatan wajib dieksekusi dengan integritas tinggi, loyalitas tanpa batas, serta dedikasi yang utuh.
Menhan juga mengingatkan bahwa seluruh draf program kerja yang dirancang oleh Kemhan merupakan instrumen vital penyokong kepentingan nasional. Setiap kebijakan yang diproduksi harus selaras dengan agenda strategis besar yang diusung oleh pemerintah pusat.
“Penting bagi kita semua untuk menjaga kebersamaan, kekompakan, disiplin, dan semangat kerja dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang. Seluruh pejabat harus senantiasa berpedoman pada prinsip konstitusi dan kepentingan nasional,” tegas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di hadapan jajarannya.
Mantan Wakil Menteri Pertahanan ini menambahkan bahwa kepatuhan pada aturan dasar hukum menjadi jaminan mutlak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance). Setiap langkah birokrasi tidak boleh keluar dari jalur koridor regulasi yang berlaku.
Pada kesempatan yang sama, Menhan juga menggarisbawahi pentingnya menanamkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme di semua aspek pengabdian harian. Karakter prajurit dan sipil kementerian harus menjadi role model yang tangguh bagi instansi lainnya.
Melalui pengarahan intensif ini, koordinasi lintas sektoral di internal lini pertahanan diharapkan dapat berjalan lebih taktis dan responsif. Penguatan sinergi dinilai menjadi kunci utama dalam membangun postur militer yang disegani di kawasan regional.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, adaptif, serta modern. Kemhan siap mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman militer maupun nonmiliter di masa depan.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul AnamS
Sumber: Kemhan RI
