DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Kecelakaan di Depan Klinik Aisyiyah Tulakan: Mobil Pajero Terperosok Usai Hantam Beton Pembatas

Ngawi, MZK News – Kasus kecelakaan lalu lintas tunggal kembali mengguncang jalur penghubung antar-kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Tulakan–Sine, tepat di depan Klinik Aisyiyah, Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kamis (4/6/2026).

Insiden ini menimpa sebuah mobil mewah Mitsubishi Pajero berwarna hitam dengan nomor polisi AD 1123 SP. Kendaraan roda empat yang diketahui milik Sonia, warga Desa Sine, tersebut ringsek pada bagian depan setelah menabrak pembatas jembatan kecil (bok jembatan).

Menurut informasi warga di lokasi kejadian, mobil semula melaju tenang dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan sedang, sekitar 40 kilometer per jam. Namun sesampainya di titik tikungan, mobil mendadak hilang kendali hingga menghantam beton pembatas jalan dan ban depan terperosok.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa menegangkan ini. Kendati demikian, benturan keras dengan struktur beton jembatan mengakibatkan kerugian materiil berupa kerusakan parah pada bagian moncong mobil.

Kepala Desa Tulakan, Drs. Wiyono, memaparkan bahwa ruas jalan di depan Klinik Aisyiyah ini memang tergolong sebagai jalur tengkorak atau titik rawan kecelakaan. Ia mencatat sudah berulang kali pengendara motor dan mobil menjadi korban di lokasi yang sama.

“Kecelakaan di lokasi ini sudah terjadi sekitar empat kali. Bahkan sebelumnya pernah menimbulkan korban jiwa satu orang,” ujar Wiyono saat dimintai keterangan di tempat kejadian, Kamis (4/6/2026).

Wiyono menjelaskan bahwa faktor utama pemicu kecelakaan adalah buruknya visibilitas fasilitas keselamatan jalan di sekitar jembatan beton. Posisi pembatas jembatan yang terlalu pendek di area tikungan sering kali luput dari pandangan pengendara karena tertutup rimbunan semak belukar yang liar.

“Pembatas jembatan ini terlalu pendek dan tertutup rumput liar. Selain itu posisi jalan agak menikung sehingga pengendara yang melintas kurang bisa melihat keberadaan pembatas beton tersebut,” jelas Kades Tulakan secara rinci.

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan bahwa benturan terjadi secara tiba-tiba tanpa ada suara pengereman yang panjang. Warga yang terkejut langsung berhamburan ke luar rumah untuk membantu mengevakuasi pengemudi dari dalam kabin mobil.

“Kami kurang paham kronologi lengkapnya. Tiba-tiba mobil yang datang dari arah utara menabrak pembatas jembatan beton dan ban depan terperosok. Sebatas itu yang kami ketahui,” ungkap warga tersebut.

Akibat maraknya insiden di jalur ini, masyarakat mendesak dinas pekerjaan umum setempat untuk segera melakukan evaluasi fasilitas jalan. Warga menuntut adanya peninggian dinding pembatas, pemasangan lampu penerangan, marka jalan, serta pemotongan rumput liar secara berkala.

Tuntutan warga tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan serta UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Regulasi tersebut menegaskan bahwa penyelenggara jalan wajib menjamin keselamatan pengguna jalur publik guna menekan angka fatalitas kecelakaan.

Reporter: Tri Sofyani Effendi
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *