Silahturahmi di Paris, Menko Airlangga dan Delegasi Jepang Sepakat Kembangkan Ekosistem EV
Paris, MZK News – Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk memperdalam kerja sama bilateral yang komprehensif di berbagai sektor krusial. Dalam pertemuan strategis terbaru di sela kunjungan kerja di Paris, Prancis, Rabu (3/6/2026), kedua negara memperkuat komitmen pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Kemitraan strategis ini mencakup pengembangan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), penguatan industri perkapalan, pemanfaatan energi bersih, hingga percepatan integrasi Indonesia ke organisasi ekonomi global. Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan ketahanan ekonomi yang tangguh di tengah ketidakpastian dunia.
Hubungan bilateral ini menjadi makin kokoh menyusul hasil positif dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Jepang baru-baru ini. Agenda tersebut menegaskan visi bersama kedua negara untuk mempererat hubungan ekonomi dan keamanan global yang saling menguntungkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Jepang merupakan pilar penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menyongsong era industri hijau dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.
“Indonesia berkomitmen penuh untuk mempercepat prioritas pembangunan nasional melalui adopsi teknologi tinggi dan investasi berkelanjutan dari Jepang. Kami membidik penguatan proyek ASEAN sebagai akselerator energi terbarukan, khususnya sektor geotermal,” ujar Menko Airlangga Hartarto.
Airlangga menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi semata. Kerja sama ini juga mencakup peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui program magang dan studi di berbagai perusahaan global asal Negeri Sakura tersebut.
Selain fokus pada energi terbarukan, Menko Airlangga menekankan pentingnya respons bersama terhadap tantangan perdagangan global, terutama terkait isu kelebihan kapasitas (overcapacity) baja dunia. Situasi proteksionisme global saat ini dinilai memerlukan sinergi yang solid antarnegara sahabat.
“Indonesia dan Jepang sepakat untuk terus mengedepankan tatanan ekonomi internasional yang berbasis aturan (rules-based order) demi menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi kedua negara dari dampak negatif tarif perdagangan sepihak,” tambah Airlangga.
Di sektor industri masa depan, Indonesia mengajak pabrikan otomotif Jepang untuk secara aktif membangun ekosistem EV yang terintegrasi berbasis industri baterai nikel di dalam negeri. Langkah taktis ini akan membuka lapangan kerja luas bagi Indonesia, sekaligus memberikan akses rantai pasok yang efisien bagi Jepang.
Sementara di sektor maritim, Jepang mendukung peningkatan daya saing perkapalan Asia Tenggara melalui proses peer review oleh OECD. Dukungan ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk membangun sekitar 1.584 armada kapal baru guna menyokong ketahanan pangan di sektor pertanian dan perikanan.
Kedua negara juga tengah mematangkan peta jalan energi nuklir sipil melalui studi reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/SMR). Di sisi lain, penyelesaian Protokol Perubahan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA) diyakini akan membuka keran perdagangan yang lebih adil.
Terkait rencana strategis ke depan, Pemerintah Indonesia menargetkan proses ratifikasi protokol perubahan IJEPA dapat segera rampung sepenuhnya pada semester kedua tahun ini. Indonesia juga memacu persiapan teknis demi mengejar target menjadi anggota penuh OECD pada tahun 2028 dengan dukungan konsisten dari Jepang.
Tidak hanya itu, Indonesia menargetkan dukungan Jepang untuk keanggotaan CP TPP pada pertemuan bulan Juni 2026 ini. Menghadapi ancaman tarif baja global, Menko Airlangga dijadwalkan segera bertolak ke Brussels guna melakukan dialog strategis, sementara Jepang akan terus mengadvokasi penolakan proteksionisme ke Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Dalam pertemuan berkadar diplomasi tinggi ini, Menko Airlangga turut didampingi oleh Duta Besar RI di Paris Mohamad Oemar, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional dan Investasi Edi Prio Pambudi.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenko Perekonomian RI

