DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Presiden Prabowo Salurkan Banyak Sapi Kurban, GPNI Puji Transparansi Penggunaan APBN

Jakarta, MZK News – Ormas Generasi Perubahan Nusantara Indonesia (GPNI) melayangkan apresiasi tinggi atas langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menyalurkan hewan kurban dalam jumlah besar. Sapi-sapi tersebut disebar ke berbagai penjuru tanah air menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

GPNI menilai gaya komunikasi transparan yang ditunjukkan pemerintah dalam mengumumkan sumber pendanaan kurban patut diacungi jempol. Keterbukaan informasi ini dianggap sebagai potret nyata dari implementasi asas akuntabilitas publik yang bersih.

Ketua Umum GPNI, Gleen L, menegaskan bahwa pemanfaatan anggaran negara untuk pengadaan hewan kurban kepresidenan adalah hal yang konstitusional dan wajar. Hal ini dikarenakan Presiden bertindak dalam kapasitas sebagai kepala negara, bukan entitas pribadi.

“Saya selaku Ketua Umum GPNI merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menyumbangkan sapi dalam jumlah banyak untuk masyarakat Indonesia, khususnya bagi saudara-saudara kita sesama umat Islam,” ujar Gleen L di Kantor Sekretariat GPNI, Rabu (27/5/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Gleen L selepas dirinya mengucapkan selamat merayakan Iduladha kepada seluruh umat muslim di Indonesia. Ia berharap momentum hari raya kurban tahun ini mampu mengalirkan keberkahan, kebahagiaan, dan kemakmuran bagi segenap bangsa.

Lebih lanjut, Gleen L menyoroti pergeseran positif pada aspek keterbukaan administrasi belanja negara di era pemerintahan saat ini. Ia membandingkan dengan dinamika masa lalu di mana pembelian hewan kurban oleh penguasa kerap diklaim sepihak sebagai sumbangan pribadi demi pencitraan politik.

“Presiden Prabowo justru mengumumkan secara gamblang bahwa sebagai kepala negara, sapi yang disumbangkan menggunakan uang negara. Artinya, kurban itu diwakilkan atas nama bangsa Indonesia, atas nama kita semua,” kata Gleen L memaparkan analisisnya.

Dengan pengumuman yang jujur tersebut, esensi ibadah kurban kepresidenan otomatis bergeser menjadi kontribusi kolektif seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Rakyat dinilai berhak merasa memiliki dan ikut andil dalam pahala kurban karena dibiayai oleh pajak mereka.

“Tidak ada yang salah apabila beliau membeli hewan kurban dari dana APBN. Justru dengan cara ini, Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia, karena seluruh bangsa ini dianggap turut berkontribusi dalam ibadah kurban tahun ini,” pungkas Gleen L mengakhiri taklimatnya.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *