
Bentengi Siswa dari Narkoba, 13 Sekolah di Riau Susun Kurikulum Terintegrasi P4GN
Meranti, MZK News – Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengambil langkah preventif yang nyata untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika. Melalui Pengawas Madya, Dra. Tengku Mashanum, pemerintah mendorong sekolah binaan untuk menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun 2026 yang terintegrasi dengan materi antinarkoba.
Penyusunan kurikulum ini secara khusus mengintegrasikan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta Pendidikan Anti Korupsi (PAK). Agenda strategis tersebut diselenggarakan di Laboratorium Axio SMKS Patria Darma, Sabtu (23/5/2026).
Langkah taktis ini merujuk langsung pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Nomor 1003.4.1/SE/DISDIK/2026/1359. Surat edaran tersebut mewajibkan seluruh instansi pendidikan di bawah naungan provinsi untuk menyisipkan muatan lokal anti-madat.
“Mengingat betapa pentingnya P4GN dan PAK di sekolah, maka penyusunan KSP terintegrasi ini menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Pengawas Madya Disdik Riau, Dra. Tengku Mashanum, saat membuka kegiatan secara resmi.
Pertemuan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.30 WIB ini dihadiri oleh kepala sekolah dan wakil kepala bidang kurikulum dari 13 sekolah menengah atas dan kejuruan. Rombongan Tim Pengembang Kurikulum SMAN 1 Tebing Tinggi juga terlihat hadir di lokasi.
Sekolah yang terlibat di antaranya SMKS Patria Darma, SMKS Putra Meranti, SMKS Kasih Matreya, SMKS Al Furqon, SMKS Bina Meranti, SMAS Kalam Kudus, SMAS Tuah Anak Negeri, SMAS Pemda Peranggas, SMAS Meranti, SMAS Al Ma’arif, SMAS IT Darul Fikri, SMAS Mohd. Yudha, dan SMAS Putri Puyu.
Acara dibuka dengan khidmat lewat doa bersama yang dipimpin Kepala Sekolah SMA IT Darul Fikri Boarding School, Ustad Amrul Pahmi HSB. Sementara itu, Kepala SMK Patria Darma, Jumadi, M.Si., bertindak sebagai pemandu jalannya forum perumusan draf tersebut.
Tengku Mashanum menjelaskan bahwa target utama dari agenda ini adalah kesiapan dokumen ajar pada tahun pelajaran 2026/2027 yang akan dimulai Juli mendatang. Sekolah binaan diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai P4GN ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harian.
Sebagai informasi, wilayah Kepulauan Meranti masuk dalam Wilayah I Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang dipimpin oleh Ismail, S.Ag. Otoritas administrasi pendidikan ini membawahi tiga area krusial, yaitu Kabupaten Kepulauan Meranti, Siak, dan Pelalawan.
Pihak dinas berencana mereplikasi skema penyusunan ini ke daerah tetangga dalam waktu dekat. Jika tidak ada arah melintang, proses verifikasi lanjutan untuk sekolah di wilayah pelalawan akan segera dikejar sebelum memasuki masa libur semester.
“Cabang Wilayah I juga akan mengadakan rapat koordinasi dengan kepala sekolah di Pelalawan pada 11 Juni 2026, jika diizinkan Allah, untuk memverifikasi KSP yang telah disusun masing-masing sekolah,” jelas Mashanum merinci jadwal kerja.
Rangkaian kegiatan ini ditargetkan rampung sepenuhnya dengan penyerahan dokumen final pada 4 Juni 2026 untuk dikoreksi oleh tim pengawas pembina. Proyek percontohan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan serupa bagi sekolah-sekolah lain di luar wilayah binaannya.
“Semoga kegiatan ini menjadi momen yang patut ditiru sekolah lain,” pungkas Tengku Mashanum optimis menutup pemaparannya.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina
