Lampaui Target Nasional, Pengurangan Sampah Aceh Barat Tembus 33,62 Persen
Meulaboh, MZK News – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat mencatat prestasi gemilang dalam pengelolaan lingkungan. Realisasi pengurangan sampah di wilayah tersebut kini telah mencapai 33,62 persen, sebuah angka yang melampaui target ideal nasional.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Tgk. Bachtiar, memberikan apresiasi tinggi atas indikator positif tersebut. Ia menilai capaian ini sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja. Kita melihat ada keseriusan pemerintah daerah melalui DLH dalam menekan timbulan sampah,” ujar Tgk. Bachtiar di Meulaboh, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan data resmi DLH, total timbulan sampah di Kabupaten Aceh Barat mencapai 26,61 ton setiap harinya. Jika diakumulasikan dalam setahun, angka tersebut setara dengan 9.714,26 ton sampah yang dihasilkan masyarakat.
Dari jumlah tersebut, pemerintah berhasil melakukan pengurangan sampah sebesar 8,95 ton per hari atau sekitar 3.265,61 ton per tahun. Sisa sampah lainnya masuk ke dalam sistem penanganan sebesar 17,56 ton per hari untuk dikelola lebih lanjut.
Tgk. Bachtiar menilai hasil yang terukur ini membuktikan bahwa program edukasi dan penanganan sampah di lapangan sudah mulai berjalan efektif. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak cepat berpuas diri dengan angka-angka tersebut.
“Kita berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan dengan memperkuat edukasi dan optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah,” tambah politisi tersebut guna memberikan dorongan semangat bagi tim kebersihan.
Keberlanjutan kebijakan di lapangan dinilai menjadi kunci utama untuk mempertahankan prestasi ini. Konsistensi dalam pengelolaan sangat penting guna mendukung pencapaian target nasional secara berkesinambungan di masa depan.
Pihak DPRK berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan lingkungan agar Aceh Barat tetap asri. Sinergi antara fasilitas yang memadai dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan modern.
Reporter: M. Akbar
Editor: Martha Syaflina

