Agus Firmansyah Minta KPK RI Tidak Tebang Pilih

Foto: Agus Firmansyah, salah satu terdakwa (Foto: IST)

Muara Enim, MZK News – 15 terdakwa anggota DPRD Kabupaten Muara Enim yang terjerat kasus dugaan suap 16 paket proyek pada Dinas PUPR tahun 2019 telah resmi dipindahkan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Rutan Kelas I Pakjo Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Senin (30/5/2022).

Saat tiba dirutan Pakjo bersama terdakwa lainnya yang dikawal oleh petugas KPK, salah satu terdakwa bernama Agus Firmansyah dengan sengaja langsung menemui wartawan yang sudah menunggunya.

Dengan nada tinggi “Agus Firmansyah kepada awak media, dia meminta agar Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Ilham Sudiono.S.T., (IS) dan sejumlah Anggota DPRD Muara Enim lainnya agar dijadikan tersangka.

“Tolong wartawan tulis, saya meminta segera tersangkakan Ketua Pokja ULP Ilham Sudiono dan rekan-rekan anggota DPRD Muara Enim lainnya yang turut menerima fee proyek,” tegas Agus.

Diberitakan sebelumnya, juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan, jika tim Jaksa telah melaksanakan penetapan Majelis Hakim untuk memindahkan penahanan terdakwa Agus Firmansyah dan kawan-kawan, ke Lapas Kelas I Palembang dan proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat dari petugas pengawal tahanan KPK.

Setibanya di Rutan Pakjo, Agus Firmansyah Minta Ilham Sudiono dan Anggota DPRD lainnya dijadikan tersangka juga.

“KPK jangan Tebang pilih jika memang ada yang terlibat dalam kasus ini. Semuanya di jadikan tersangka agar ada keadilan. Mereka sama saja dengan kami di mata hukum,” tegas Agus Firmansyah memohon kepada KPK.

Sekedar mengingatkan, Ilham Sudiono Ketua Pokja ULP Muara Enim dalam perkara Kasus Suap, dia sempat dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN)Tipikor Palembang beberapa bulan lalu, ia mengakui perbuatannya kepada JPU KPK.

“Bahwa uang yang diterimanya sudah dikembalikan ke KPK senilai 1,5 miliar. Namun, hingga kini IS belum tersentuh hukum,” kata Ketua Harian DPN LIDIKKRIMSUS RI Rodhi Irfanto,S.H., kepada wartawan dalam pesan, Selasa (31/5/2022).

“Ilham Sudiono jelas sudah mengakuinya dalam fakta persidangan di Pengadilan Negeri beberapa bulan laludi Palembang bahkan telah mengembalikan uang yang ia terimanya ke KPK. Berarti, sudah ada niat kejahatan yang dia lakukan. Kami dari LIDIKKRIMSUS RI meminta kepada Ketua KPK Firli Bahuri jangan tebang pilih, siapa pun yang menerima uang haram kasus dugaan suap fee proyek APBD 2019, segera ditersangkakan ucap,” Rodhi.

Reporter: Yogie/Ujk

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.