Tiga Oknum Pegawai Kejati NTB Lancarkan Aksi “Brutal” Berujung Dipolisikan

Foto: Terduga Oknum yang pegawai Kejati NTB memakai Baju kuning (Foto: IST)

Mataram, MZK News – Tiga oknum Pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga mengeroyok seorang korban bernama Adi Faisal asal Desa Sumi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima di ruangan Kejati setempat, Jumat, (1/4/2022) pagi.

Akibatnya, korban merasa kesakitan atas aksi “brutal” tiga oknum yang tidak diketahui identitasnya yang mengenakan baju kaos kuning saat melancarkan aksi itu.

Berawal, korban bersama sembilan temannya dikendali kordinator lapangan, Juwaedin mendatangi Kantor Kejati itu guna unjuk rasa atas vonis bebasnya terdakwa kasus korupsi bibit bawang di Dinas Pertanian Prov NTB oleh Pengadilan Tinggi NTB sebelumnya.

Setiba mereka di depan Kantor Kejati, teman korban bernama Mujahid berorasi.Tak selang lama, datang seorang pegawai Kejati menghampiri dan mengajak korban masuk dalam ruangan bersama teman- temannya untuk berdiskusi. Setelah masuk dalam ruangan dan korban duduk, sontak oknum pegawai Kejati menunjuk sambil bernada keras membuat korban tersinggung dan akhirnya korban berdiri. Namun, korban pun duduk kembali.

“Saat saya duduk kembali, tiba-tiba oknum pun memanfaatkan ruang untuk menghabisi korban. Namun, aksi dilancarkan oknum itu berhasil dihentikan oleh orang- orang dalam ruangan diskusi itu,” ungkap Adi Alfaisal yang juga pendiri LSM Lembaga Advokasi Pemuda Anti Korupsi kepada wartawan.

Dia merasa tak terima atas tindakan “brutal” oknum peliharaan Kejati itu, akhirnya bertekad membawa ke ranah hukum agar dapat diproses hukum secara mekanisme dan prosedural hukum itu sendiri.

“Saya tak terima tindakan pegawai Kejati dan atas itu saya didampingi teman-teman datang melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kota Mataram. Surat pengaduan nomor :STTP/ 207 /IV I 2022/ Polresta Mataram/ Polda NTB,” pungkas Adi.

Reporter: Muhtar Habe

Editor: Khoirul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.