DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Lestarikan Budaya Lokal, Dispursip Kerinci Gelar Lomba Bertutur Cerita Rakyat untuk Tingkat SD

Kerinci, MZK News – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Kerinci menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar di kantor Dispursip Kabupaten Kerinci, Rabu (26/8/2026). Kegiatan berlandaskan tema “Cerita Rakyat Kerinci” ini dihelat sebagai langkah nyata melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan minat baca generasi muda.

Lomba bertutur ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Kerinci. Seluruh peserta dijadwalkan tampil secara bergantian selama masa pelaksanaan kegiatan untuk menunjukkan kebolehan mereka dalam bercerita.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, S.P., M.Si., membuka acara tersebut secara resmi dengan didampingi para kepala OPD terkait. Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya menjaga kelestarian cerita rakyat yang kaya akan nilai moral serta kearifan lokal daerah.

“Cerita rakyat seperti legenda Danau Kerinci, kisah Pancuran Putri Tujuh, hingga Sipahit Lidah adalah potret kekayaan imajinasi dan nilai kehidupan masyarakat Kerinci. Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud nyata pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda,” jelas Zainal Efendi.

Zainal menambahkan bahwa seni bertutur berperan penting dalam mengasah keterampilan berbicara serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap warisan tradisi. Langkah ini dinilai selaras dengan agenda Perpustakaan Nasional RI yang gencar mendorong peningkatan budaya literasi hingga ke pelosok daerah.

“Dengan lomba ini, kita menghidupkan kembali cerita-cerita lama agar tetap relevan dan bermakna di era modern. Selamat berlomba, semoga sukses, dan teruslah berkarya demi kemajuan budaya asli Kabupaten Kerinci,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dispursip Kabupaten Kerinci, Hermudin, S.Pd., M.Si., mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap proses perlombaan dengan tekun dan penuh semangat. Pengalaman yang didapat selama berlomba diharapkan menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri anak kelak.

“Jadikan kesempatan ini sebagai momen belajar, bukan sekadar mengejar kemenangan. Serap pembekalan dari narasumber, gali potensi diri, dan tampilkan yang terbaik,” kata Hermudin.

Hermudin berharap ajang ini dapat menguatkan rasa bangga anak-anak terhadap akar budayanya sendiri. Selain itu, kegiatan ini ditujukan sebagai sarana positif untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas generasi muda di bidang seni tutur daerah.

Reporter: Dewi Yulianti
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *