
Lantik PNS Baru, Sekjen Kemenkum Nico Afinta Tekankan Tiga Unsur Penting ASN
Jakarta, MZK News – Memahami tugas, wewenang, dan tanggung jawab menjadi kunci utama bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan roda birokrasi. Aparatur baru dituntut memiliki komitmen tinggi demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan berintegritas.
Pesan penguatan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum (Kemenkum), Nico Afinta. Dirinya memberikan arahan tegas dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta Pengangkatan Pertama Jabatan Fungsional di lingkungan Kemenkum.
Nico menjelaskan bahwa Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang diterima oleh para pegawai tidak sekadar menjadi dasar penugasan formal. Dokumen negara tersebut secara otomatis melekatkan tiga unsur penting yang wajib diimplementasikan dalam kinerja harian organisasi.
Unsur pertama yang wajib diprioritaskan adalah pelaksanaan tugas secara optimal demi kemajuan instansi. Pegawai baru diminta untuk tidak pasif dan segera beradaptasi dengan ritme kerja di unit pelaksana masing-masing.
“Yang pertama kalian mendapatkan tugas sesuai dengan surat keputusan, maka kalian mempunyai kewajiban untuk memahami tugas. Pelajari tugas tersebut sehingga kalian bisa melaksanakan tugas tersebut dengan baik,” ujar Nico Afinta di Graha Pengayoman, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Menyambung poin pertama, Nico menjabarkan unsur kedua yang tidak kalah krusial, yaitu penggunaan wewenang secara bijak. Setiap pegawai harus memahami garis batas kekuasaan jabatan agar terhindar dari malpraktik administrasi atau penyalahgunaan jabatan.
“Yang kedua adalah kalian punya wewenang. Menggunakan wewenang itu dengan baik berbeda dengan menyalahgunakan wewenang. Wewenang itu ada batasannya, maka dengan memahami wewenang kalian bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tutur Nico mengingatkan.
Sementara itu, unsur ketiga yang wajib dipenuhi adalah tanggung jawab yang diwujudkan melalui pelaporan berkala kepada pimpinan, baik secara lisan maupun tertulis. Aspek akuntabilitas ini dinilai menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga kualitas kinerja aparatur.
Lebih lanjut, mantan Kapolda Jatim ini mengimbau seluruh PNS baru untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui jalur pendidikan dan pelatihan. Penguasaan ilmu pengetahuan yang mutakhir menjadi modal utama dalam memecahkan berbagai dinamika persoalan kerja di lapangan.
“Dalam menghadapi persoalan membutuhkan ilmu pengetahuan. Jadi tingkatkan ilmu pengetahuan kalian, tingkatkan terus. Apabila dibuka peluang ikuti, karena pengetahuan ini penting untuk menyelesaikan persoalan,” kata Nico menambahkan.
Pada kesempatan yang sama, Nico memaparkan bahwa Kemenkum saat ini sedang gencar menggeber program transformasi digital di semua lini operasi. Langkah modernisasi ini mengacu pada visi menteri untuk menghadirkan sistem birokrasi yang adaptif dan bebas pungli.
“Bapak Menteri berkeinginan agar pelayanan yang ada di Kemenkum dapat dilakukan secara cepat, transparan, dan akuntabel. Maka sarana yang sedang dilakukan adalah melakukan program transformasi digital yang tujuannya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mempermudah rekan-rekan dalam bekerja,” pungkasnya.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenkum RI
