
Kemenag Solok Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Ponpes dan MDTA
Kota Solok, MZK News – Akselerasi mutu kompetensi tenaga pendidik keagamaan di era disrupsi teknologi terus menjadi perhatian serius jajaran kementerian vertikal. Langkah taktis ini dioptimalkan guna mengintegrasikan nilai-nilai moralitas tradisional dengan sistem pembelajaran modern berbasis siber.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren bergerak nyata menjawab tantangan tersebut. Pihaknya menggelar agenda pembinaan intensif bagi guru Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kota Solok di Aula Masjid Agung Al-Muhsinin, Senin (15/6/2026).
Kegiatan strategis ini mengusung tema besar “Bersama Guru Hebat, Santri Bermartabat, Sinergi Akhlak, Literasi Digital dan Inovasi Pembelajaran”. Fokus utama pembekalan harian ini diarahkan pada penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), penguatan karakter, serta pemanfaatan teknologi informasi di ruang kelas.
Agenda kedewanan dan keagamaan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, S.Ag., M.M., dengan didampingi Kasi PD Pontren, Fauzi, S.Sos.I., M.H. Dalam arahannya, H. Amril melayangkan pujian atas kejelian jajaran seksi teknis yang sigap membaca draf kebutuhan mendasar para guru mengaji di lapangan.
“Inilah kelihaian Kasi PD PP kita yang cepat membaca keadaan, sehingga memberikan apa yang dibutuhkan oleh guru di Ponpes dan MDTA Kota Solok saat ini,” ujar H. Amril sewaktu memberikan sambutan formal sekaligus memaparkan materi Kurikulum Berbasis Cinta.
Kasi PD PP selaku ketua pelaksana kegiatan, Fauzi, melaporkan bahwa agenda pembinaan harian ini diikuti oleh 40 orang peserta yang mengombinasikan unsur guru Ponpes, guru MDTA, hingga fungsional penyuluh agama. Langkah pemetaan ini diambil demi menyamakan frekuensi draf kurikulum rohani di tingkat akar rumput.
Guna menyajikan bobot draf materi yang kredibel, panitia menghadirkan tiga narasumber otoritatif. Selain Kepala Kemenag Solok, hadir pula Kasubag TU Kemenag Kota Solok Dr. H. Adrinoviyan, S.Ag., M.H., serta pakar kurikulum pembelajaran Fitria Sartika, M.Pd.
Melalui kemitraan ilmiah ini, Fauzi berharap lulusan santri di Kota Solok kelak memiliki keluhuran adab serta keteguhan sikap jujur yang diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Guru agama dituntut tidak hanya piawai mentransfer ilmu (transfer of knowledge), melainkan harus mampu menjadi teladan hidup (role model).
Rangkaian acara yang berlangsung dinamis tersebut bergulir hingga menjelang waktu zuhur dan ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama seluruh draf peserta. Panitia juga menyalurkan fasilitas penunjang berupa konsumsi harian serta stimulus uang transportasi sebagai bentuk apresiasi kinerja kepada para pejuang produk pesantren.
Reporter: Fitria Sartika
Editor: Martha Syaflina
