
Pimpin Pertemuan JCBC ke-17, Menlu Sugiono Sebut Indonesia dan Malaysia Berbagi DNA dan Budaya
Jakarta, MZK News – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia semakin kokoh sebagai pilar utama stabilitas di Asia Tenggara. Komitmen tersebut dipertegas melalui Pertemuan ke-17 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Malaysia yang digelar di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono bersama Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan. Forum strategis tersebut menegaskan posisi kedua negara sebagai tetangga dekat, bangsa serumpun, sesama pendiri ASEAN, sekaligus mitra ekonomi yang krusial.
Di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, kedua negara sepakat untuk mempertebal kerja sama bilateral di berbagai sektor vital. Hubungan ini dinilai melampaui batas diplomasi formal karena memiliki keterikatan historis yang sangat kuat sejak ratusan tahun lalu.
“Hubungan antara Indonesia dan Malaysia merupakan sebuah hubungan yang lebih dalam daripada sekedar hubungan bilateral dua negara, karena Indonesia dan Malaysia berbagi DNA, budaya, bahasa, perbatasan, dan banyak hal yang sama,” tegas Menlu RI Sugiono di hadapan delegasi Malaysia.
Pertemuan JCBC ke-17 ini merupakan tindak lanjut konkret dari Konsultasi Tahunan ke-13 antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang digelar tahun lalu. Kedua Menlu secara khusus meninjau draf perkembangan batas wilayah serta membahas berbagai agenda prioritas yang menjadi perhatian bersama.
Salah satu poin krusial yang dibahas secara mendalam adalah penguatan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Pemerintah Indonesia mendorong perluasan akses pendidikan formal yang layak bagi anak-anak PMI yang tinggal di perkebunan maupun wilayah perkotaan Malaysia.
Selain isu kemanusiaan, kedua menteri mengapresiasi kemajuan signifikan dalam proyek konektivitas maritim. Fokus utamanya adalah percepatan operasionalisasi inisiatif kapal penyeberangan Roll-on/Roll-off (Roro) rute Dumai–Melaka serta optimalisasi jalur logistik laut Johor–Batam. Sektor pertahanan dan keamanan maritim juga diperketat guna menangkal kejahatan transnasional.
Tak hanya urusan internal, Indonesia dan Malaysia juga menyelaraskan pandangan mengenai stabilitas regional dan global. Kedua negara sepakat untuk terus menjaga netralitas dan sentralitas ASEAN, mendorong percepatan perdamaian di Myanmar, mendesak de-eskalasi konflik di Timur Tengah, serta berkomitmen penuh mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
Menutup konferensi pers bersama, kedua Menlu menegaskan komitmennya untuk membawa hasil pertemuan JCBC ini ke tingkat implementasi teknis yang nyata. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat posisi tawar blok Global South di forum internasional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi kemakmuran masyarakat kedua negara.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemlu RI
