DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Dam Sungai Batang Guo Jebol, Pimpinan DPRD Sumbar Evi Yandri Boyong Dinas PU ke Lokasi

Padang, MZK News – Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis (21/5/2026) sore hingga malam memicu luapan air sungai yang cukup parah. Aliran Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji dilaporkan meluap kembali hingga merendam sejumlah pemukiman warga di sekitarnya.

Kondisi ini diperparah dengan jebolnya sejumlah tanggul atau dam sementara di sepanjang aliran sungai akibat tidak mampu menahan derasnya debit air. Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, langsung turun meninjau lokasi terdampak pada Kamis malam.

Kawasan yang dilanda banjir ini merupakan kampung halaman sekaligus daerah pemilihan (dapil) Evi Yandri. Aksi turun ke lapangan ini bukan kali pertama dilakukannya guna memastikan keselamatan warga yang terjebak genangan air.

Keesokan harinya, Jumat (22/5/2026), Evi Yandri kembali menyambangi lokasi bencana. Tidak datang sendiri, ia memboyong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, yaitu Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumbar.

Kehadiran dinas terkait ditujukan untuk melakukan pemetaan dan evaluasi cepat terhadap infrastruktur yang rusak. Pasalnya, dam sementara yang dibangun pasca-banjir besar akhir November lalu kini telah hancur total dan membutuhkan rekonstruksi segera.

Pemerintah daerah bersama parlemen kini merancang strategi jangka pendek untuk mengantisipasi banjir susulan. Rencana darurat yang akan segera dieksekusi adalah perbaikan struktur dam yang jebol serta peninggian dinding bendungan utama.

Langkah responsif ini mendapat apresiasi langsung dari masyarakat setempat yang cemas akan datangnya hujan susulan. Salah seorang warga terdampak, Aulianola, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian pimpinan dewan dan pemerintah provinsi.

“Terima kasih Pak Evi selalu siaga membantu kami. Kami berharap bendungan bisa cepat ditinggikan kembali. Dan juga kami minta dam diperbanyak lagi,” ujar Aulianola saat berdialog di lokasi.

Ia menceritakan bahwa pembangunan dam pasca-banjir tahun lalu sebenarnya sangat efektif menahan luapan air saat hujan lebat biasa. Namun, curah hujan ekstrem pada Kamis malam membuat volume air sungai meningkat drastis melebihi kapasitas tampung tanggul.

Warga sangat berharap proyek peninggian bendungan dan penguatan dam baru bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat. Penanganan infrastruktur yang cepat menjadi satu-satunya pelindung pemukiman warga dari ancaman luapan Sungai Batang Guo.

Reporter: Novrianto
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *