DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

AKPERSI NTT Gelar ‘Goes To School’ di SMAN 1 Larantuka, Bekali Siswa Literasi Digital

Larantuka, MZK News – Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) wilayah NTT menggelar program edukatif bertajuk “AKPERSI Goes To School”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Larantuka pada Senin (4/5/2026) dengan melibatkan puluhan siswa.

Pelatihan jurnalistik dan literasi digital ini diikuti oleh 72 siswa yang tampak antusias mengikuti setiap sesi materi. Kehadiran para jurnalis profesional ini bertujuan memberikan perspektif baru bagi para pelajar dalam memahami dunia media.

Ketua DPD AKPERSI NTT, Djuwenchayanna Diaz, C.BJ., dalam pembukaannya menekankan bahwa kebebasan pers adalah fondasi utama demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab moral yang tinggi.

“Sebagai pelajar, kita punya peran krusial: cek fakta, lawan hoaks, dan dukung jurnalisme berkualitas,” ujar Djuwenchayanna di hadapan para siswa.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan pers masa kini, mulai dari ancaman keamanan digital hingga kriminalisasi jurnalis. Menurutnya, pemahaman literasi yang baik adalah tameng utama bagi generasi muda dalam menghadapi gempuran informasi palsu.

Menyambung hal tersebut, Sekretaris DPD AKPERSI NTT, Yurgo Purab, memberikan materi teknis mengenai penulisan berita. Ia memaparkan pola piramida terbalik dan cara menempatkan lead atau teras berita yang efektif agar informasi mudah dicerna pembaca.

“Tujuannya agar adik-adik mampu menjadi jurnalis warga yang mendukung kerja keprofesian kami,” ucap Yurgo.

Tak hanya soal menulis, Yurgo juga memperingatkan siswa akan bahaya jejak digital dan berbagai modus kejahatan siber. Ia meminta para siswa waspada terhadap ancaman phishing, malware, hingga teknik social engineering yang kerap mengatasnamakan lembaga resmi.

Melihat manfaat besar dari kegiatan ini, pihak sekolah memberikan respon yang sangat baik. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Larantuka, Silvester Witin, S.Fil., menyambut positif kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan dan organisasi pers tersebut.

“Kami melihat dampak positif bagi siswa yang terlibat dalam dunia tulis-menulis. Kami berharap kerja sama ini berlanjut,” kata Silvester dengan penuh harap.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Para siswa aktif berdiskusi mengenai risiko keamanan bagi jurnalis serta cara menjaga integritas informasi pribadi di platform media sosial.

Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *