DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

PTBA Kembangkan Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Tekan Impor LPG Hingga 80 Persen

Tanjung Enim, MZK News – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, memperkuat dukungannya terhadap ketahanan energi nasional. Langkah ini dilakukan melalui pengembangan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), Selasa (5/4/2026).

Proyek strategis ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita dan amanat Pasal 33 UUD 1945. Penguatan energi menjadi prioritas utama di tengah dinamika global, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi dunia.

Saat ini, Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor produktif. Ketergantungan ini berdampak langsung pada tekanan neraca perdagangan, pengeluaran devisa, serta beban subsidi energi yang besar.

Melalui sinergi dengan Pertamina, PTBA berupaya menghadirkan DME sebagai energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri. Proyek ini tidak hanya menghadirkan kemandirian energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi industri batu bara nasional.

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menekankan pentingnya percepatan proyek ini. Menurutnya, pengembangan DME di Tanjung Enim merupakan langkah vital untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, yang saat ini masih mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional,” ujar Rosan dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II, Kamis, 29 April 2026.

Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, menegaskan bahwa manfaat hilirisasi ini mencakup aspek materiil (tangible) maupun non-materiil (intangible). Ia mengingatkan bahwa banyak keuntungan negara yang tidak tercatat langsung dalam laporan keuangan perusahaan.

“Proyek DME memberikan keuntungan yang besar bagi negara. Mudah-mudahan proyek ini bisa terwujud sesuai target supaya kita bisa jadi negara yang mandiri energi dan pangannya,” kata Fuad menegaskan pentingnya dukungan semua pihak.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menambahkan bahwa proyek ini merupakan strategi besar untuk meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia. Sinergi antaranggota grup menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan kontribusi terhadap ketahanan energi.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menjelaskan bahwa proyek ini adalah jawaban atas tantangan energi masa depan. Proyek ini berperan penting dalam mendorong industrialisasi dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

“Proyek ini sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam,” tutur Arsal.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, turut menambahkan bahwa DME adalah bagian dari transformasi bisnis perusahaan. Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), DME akan memperkuat fondasi industri domestik secara menyeluruh.

Selain penghematan devisa, proyek ini diprediksi akan memicu pertumbuhan ekonomi luas di daerah sekitar. Dengan dukungan penuh pemerintah, hilirisasi batu bara diharapkan menjadi pilar utama kedaulatan energi nasional yang berkelanjutan.

Reporter: Yogie Yolanda
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *