Hari Kebebasan Pers Sedunia: Polri Banjir Apresiasi dari Insan Pers
Jakarta, MZK News – Insan pers menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polri tepat pada momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia. Polri dinilai sukses membangun hubungan harmonis, tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga mitra strategis media.
Hubungan harmonis ini terwujud melalui penguatan sinergi yang dilakukan secara konsisten oleh kedua belah pihak. Berbagai program kolaboratif pun terus dijalankan, mulai dari aksi sosial hingga perlindungan hukum bagi jurnalis.
Polri menunjukkan komitmen maksimal dalam memberikan rasa aman bagi wartawan saat menjalankan tugas peliputan di lapangan. Hal ini menjadi bukti nyata dukungan kepolisian terhadap kemerdekaan pers di Indonesia.
Founder Kontranarasi Multimedia, Sandri Rumanama, secara terbuka memuji pendekatan kolaboratif yang dilakukan korps Bhayangkara tersebut. Ia menilai kehadiran Polri saat ini jauh lebih humanis.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Polri yang selama ini hadir dengan pendekatan humanis dan kolaboratif,” ungkap Sandri pada Senin (4/5/2026).
Menurut Sandri, komitmen Polri dalam menjaga kemerdekaan pers sangat dirasakan manfaatnya oleh para pekerja media. Perlindungan hukum yang diberikan memastikan jurnalis dapat bekerja dengan profesional.
Lebih jauh, Polri terbukti menjadi rekan yang andal dalam mendistribusikan informasi kepada masyarakat luas. Sinergi ini menjamin informasi yang sampai ke publik bersifat akurat, edukatif, dan berimbang.
“Polri adalah mitra strategis kami,” tegas Sandri kembali. Ia menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka memudahkan media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sinergi antara kepolisian dan pers terus diperkuat. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas informasi di tengah masyarakat.
“Bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, sinergi ini terus diperkuat demi terciptanya iklim pers yang sehat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

