TNI Habema Tindak Tegas Jeki Murib, Danops OPM Terlibat Gangguan Freeport
Puncak, MZK News – Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaporkan telah melakukan penindakan tegas terhadap Jeki Murib, Komandan Operasi (Danops) Kepala Air OPM Kodap XVIII/Ilaga. Operasi ini berlangsung di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, pada 20 April 2026.
Jeki Murib dikenal sebagai tokoh kelompok separatis bersenjata yang kerap meresahkan. Ia diduga kuat terlibat dalam berbagai aksi kekerasan mematikan di wilayah Puncak dan Mimika, termasuk gangguan terhadap objek vital nasional PT Freeport Indonesia.
Berdasarkan data keamanan, rekam jejak Jeki Murib mencakup pembakaran fasilitas publik hingga pembunuhan warga sipil. Pada Oktober 2023, ia diduga terlibat dalam penganiayaan pekerja puskesmas di Kampung Eromaga yang memakan korban jiwa.
Aksi kekerasan kelompok ini juga menyasar sektor penerbangan dan industri. Jeki dikaitkan dengan penembakan di Bandara Aminggaru pada Juni 2025 serta penyanderaan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura awal tahun 2026.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari tugas negara. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan masyarakat dan kedaulatan wilayah.
“Operasi penindakan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, Selasa (28/4/2026).
Penindakan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 terkait penanganan gerakan separatis bersenjata. Selain itu, operasi ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 yang mengedepankan keamanan demi percepatan pembangunan Papua.
TNI memastikan operasi dilaksanakan secara terukur dan profesional. Keselamatan warga sipil tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pergerakan pasukan di lapangan untuk menghindari jatuhnya korban salah sasaran.
Langkah tegas tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari tokoh adat hingga pemerintah daerah. Masyarakat setempat berharap situasi keamanan di Kabupaten Puncak segera pulih agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali normal.
Pihak TNI mengimbau anggota kelompok bersenjata lainnya untuk segera meletakkan senjata. Kembali ke tengah masyarakat adalah jalan terbaik untuk membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera bagi masa depan generasi mendatang.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Puspen TNI


