Bupati Tegal Serahkan 456 Unit Huntara bagi Korban Tanah Bergerak Desa Padasari
Tegal, MZK News – Setelah hampir empat bulan bertahan dalam ketidakpastian pascabencana tanah bergerak, warga Desa Padasari akhirnya mulai merasakan kepastian hidup yang lebih layak. Penyerahan hunian sementara (huntara) di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, menjadi titik awal pemulihan bagi ratusan keluarga terdampak.
Sebanyak 353 unit huntara baru saja diserahkan pada Rabu (29/4/2026), melengkapi 103 unit yang telah diberikan menjelang Lebaran lalu. Dengan demikian, total 456 unit huntara kini resmi ditempati masyarakat sebagai tempat tinggal sementara yang lebih aman dan nyaman.
Kehadiran huntara ini menjadi ruang krusial bagi warga untuk kembali menata kehidupan mereka. Sejak bencana hebat pada 2 Februari 2026 yang merusak sekitar 900 rumah, banyak keluarga terpaksa mengungsi dengan fasilitas terbatas.
Setiap unit huntara dirancang dengan ukuran 3 x 6 meter dan telah dilengkapi fasilitas dasar seperti dapur pribadi. Kawasan seluas 47.000 meter persegi ini juga didukung sarana umum mulai dari tempat ibadah, pos kesehatan, hingga ruang bermain anak.
Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Veriko Asyo Yoga Nanta, berharap hunian ini mampu menumbuhkan optimisme bagi warga. “Hunian ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga memberikan rasa aman dan harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski penyerahan ini menjadi progres besar, kebutuhan hunian di wilayah terdampak belum sepenuhnya tercukupi. Pemerintah Kabupaten Tegal mencatat masih ada warga yang menunggu penanganan karena total rumah yang rusak mencapai sekitar 900 unit.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan untuk mencukupi sisa kebutuhan tersebut. Beliau menekankan pentingnya solusi jangka panjang agar masyarakat tidak perlu berpindah-pindah lagi.
“Kebutuhan kita sekitar 900 unit. Harapannya ke depan dapat segera direalisasikan, bahkan jika memungkinkan langsung ke hunian tetap,” jelas Bupati Ischak saat meninjau lokasi.
Selain infrastruktur bangunan, ketersediaan air bersih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini sangat krusial mengingat kawasan huntara tersebut akan segera menghadapi musim kemarau dalam waktu dekat.
“Air adalah kebutuhan primer. Kami mendorong agar koordinasi terus dilakukan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” tegas Bupati Ischak memberikan instruksi kepada jajarannya.
Penataan kawasan huntara di Desa Capar ini diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial warga sambil menunggu hunian tetap (huntap) terealisasi. Bagi masyarakat Padasari, huntara bukan sekadar bantuan, melainkan pijakan awal untuk bangkit kembali menatap masa depan yang lebih pasti.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Pemkab Tegal


