Sulap Bambu Jadi Suvenir Bernilai Tinggi, 16 Warga Nagari Lawang Ikuti Pelatihan Khusus
Agam, MZK News – Potensi melimpah bambu di Nagari Lawang, Kecamatan Matur, kini mulai dilirik sebagai mesin penggerak ekonomi baru. Sebanyak 16 warga setempat terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif pengolahan bambu selama 20 hari ke depan.
Program ini bertujuan untuk mengubah bambu mentah menjadi produk suvenir dan kerajinan tangan berkualitas tinggi. Inisiatif tersebut digagas oleh Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal, sebagai langkah nyata pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Pelatihan resmi dibuka pada Senin (27/4/2026) dengan dihadiri Kepala BLK Payakumbuh Satri Edi, Camat Matur Efendi, dan tokoh masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan dukungan penuh terhadap kemandirian ekonomi warga.
Rafdinal menekankan bahwa bambu memiliki nilai jual tinggi jika disentuh dengan inovasi dan keterampilan yang tepat. Baginya, bambu tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai bahan bangunan sederhana.
“Bambu bukan hanya bahan bangunan, tetapi bisa menjadi suvenir dan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Ini peluang yang harus dimanfaatkan masyarakat,” ujar Rafdinal di hadapan para peserta.
Ia berharap pelatihan ini menjadi jembatan bagi lahirnya unit usaha baru di Nagari Lawang. Dengan keterampilan yang mumpuni, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada sektor konvensional, melainkan beralih ke industri kreatif.
Selama proses pengerjaan, para peserta akan didampingi oleh instruktur ahli, Musrizal. Kehadiran tenaga ahli ini diharapkan mampu memastikan standar kualitas produk yang dihasilkan nantinya memiliki daya saing kuat di pasar luas.
Rafdinal juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak-pihak yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Penguatan keterampilan masyarakat dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan keluarga di daerah tersebut.
“Selamat kepada para peserta. Semoga ilmu yang didapat selama 20 hari ini menjadi bekal untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga,” tambah Rafdinal memberi semangat.
Diharapkan, pascapelatihan ini, Nagari Lawang mampu memproduksi cendera mata khas hingga peralatan rumah tangga estetis. Transformasi ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa kekayaan alam lokal bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Novrianto
Editor: Martha Syaflina


