DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Kemendukbangga dan TP PKK Sinergi Luncurkan Program TAMASYA hingga GATI untuk Ketahanan Keluarga

Bener Meriah, MZK News – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar sosialisasi program prioritas pembangunan keluarga secara hybrid pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga membuka langsung acara yang dihadiri oleh Ketua Umum TP PKK Pusat. Program-program unggulan seperti Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, diperkenalkan juga program Lansia Berdaya (SIDAYA) serta inisiatif Pemberdayaan Ekonomi Keluarga. Keempat program ini dirancang sebagai solusi atas tantangan keluarga modern, mulai dari fenomena fatherless hingga pencegahan stunting.

Dari Kabupaten Bener Meriah, Ketua TP PKK Ny. Meutia Fauziah Tagore bersama jajaran pengurus mengikuti kegiatan ini secara daring. Kehadiran mereka menegaskan komitmen daerah dalam menyelaraskan kebijakan pusat dengan rencana aksi di tingkat kabupaten.

Langkah strategis ini dilatarbelakangi oleh hasil Sensus Penduduk 2020 yang menunjukkan Indonesia berada pada momentum bonus demografi. Pemerintah menilai pembangunan nasional tidak akan optimal jika unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga, masih berada dalam kondisi rentan.

Keluarga yang sehat dan sejahtera diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang inovatif serta berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Peran TP PKK dinilai sangat krusial sebagai ujung tombak perubahan perilaku di masyarakat. Dengan jejaring hingga tingkat keluarga, PKK diharapkan mampu mengintegrasikan program TAMASYA dan SIDAYA ke dalam rencana kerja di setiap jenjang.

“Keluarga yang berkualitas adalah fondasi kemajuan bangsa, sehingga sinergi antara PKK dan pemerintah harus diperkuat,” ujar narasumber dalam kegiatan yang diikuti ribuan peserta melalui Zoom dan YouTube tersebut.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan muncul praktik baik (best practice) dari berbagai daerah yang dapat direplikasi. Kolaborasi strategis ini bertujuan memastikan setiap keluarga mampu menjalankan fungsi dasarnya secara optimal demi masa depan Indonesia.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan terbentuknya rencana aksi nyata yang inklusif. Dengan penguatan ketahanan keluarga, pemerintah optimis kemiskinan dan kekerasan dalam rumah tangga dapat ditekan secara signifikan di seluruh wilayah Indonesia.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kominfo Bener Meriah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *