DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Bali Masuki Akhir Musim Hujan, BPBD Imbau Wisatawan Waspada Angin Kencang

Bali, MZK News – Meskipun puncak musim hujan di Bali diperkirakan segera berakhir, kondisi cuaca di Pulau Dewata masih jauh dari kata stabil. Hujan lebat disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah pulau pada akhir pekan ini, memicu peringatan bagi para wisatawan.

Musim hujan periode 2025/2026 tercatat sebagai salah satu yang paling merusak dalam sejarah baru-baru ini. Fenomena cuaca ekstrem bahkan sempat menyebabkan banjir terburuk dalam 70 tahun terakhir di pusat kota Denpasar pada September 2025 lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat dua insiden besar akibat cuaca buruk selama akhir pekan. Masyarakat kini diminta tetap waspada karena hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan berlanjut hingga pekan depan.

Kepala BPBD Bali, Gede Agung Teja Bhunsana, menjelaskan bahwa sejumlah wilayah mulai dari Buleleng hingga Karangasem terdampak hujan lebat. Namun, penanganan darurat di beberapa titik utama seperti Denpasar dan Bangli telah berhasil diselesaikan.

“Hujan terjadi di Buleleng, Tabanan, Denpasar, Badung, Jembrana, Gianyar, Bangli, dan Karangasem. Kejadian di Denpasar dan Bangli sudah ditangani,” ujar Gede Agung Teja kepada media, Selasa (24/2/2026).

Insiden yang paling menonjol meliputi pohon tumbang berukuran besar di Jalan Pulau Moyo, Denpasar. Selain itu, hujan lebat juga memicu tanah longsor yang cukup mengkhawatirkan di Desa Kubusalya, Kabupaten Bangli.

Gede Agung menambahkan bahwa angin kencang berpotensi besar merobohkan pohon-pohon di pinggir jalan. Tak hanya itu, arus laut barat juga membawa tumpukan sampah dan puing-puing ke pesisir pantai barat Bali.

“Angin juga sedikit meningkat, berpotensi menyebabkan pohon tumbang, dan arus barat masih membawa puing-puing ke pantai barat Bali,” tambahnya seraya mengajak masyarakat menjaga kebersihan saluran air.

Aspek paling merusak dari cuaca pekan ini adalah tumbangnya pohon-pohon ikonik yang menjadi simbol tempat wisata. Salah satunya adalah pohon besar di Shotgun Social, Pantai Sindhu, yang tumbang dan merusak bangunan restoran.

Meski area taman bermain ditutup sementara, pihak restoran memastikan tempat tersebut sudah dibuka kembali untuk umum. Momen ini menjadi emosional bagi komunitas setempat karena pohon tersebut menyimpan banyak kenangan bagi pengunjung.

Kejadian serupa sebelumnya menimpa pohon beringin berusia 300 tahun di dekat Istana Air Ubud pada 15 Februari lalu. Pohon bersejarah tersebut tumbang pada siang hari dan menghancurkan beberapa unit mobil serta bangunan di sekitarnya.

Pengurus Istana Air Ubud, Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati, mengungkapkan kesedihannya atas tumbangnya pohon tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola telah berupaya maksimal merawat dan memangkas pohon legendaris itu.

“Sungguh disayangkan pohon yang berusia lebih dari 300 tahun ini harus tumbang. Jika tunas baru muncul, kami pasti akan merawatnya kembali,” kata Tjokorda Gede Asmara penuh harap.

Bagi wisatawan yang sedang berlibur, sangat disarankan untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Hal ini penting terutama bagi mereka yang berencana melakukan penyeberangan laut atau aktivitas wisata bahari lainnya.

Informasi ketinggian gelombang dan prakiraan cuaca harian dapat diakses melalui akun resmi BMKG Bali. Tetap waspada, sebab hujan lebat diperkirakan masih akan mengguyur Bali sepanjang minggu mendatang.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: The Bali Sun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *