Kemendikdasmen Gandeng McGill dan UEA Perkuat Mutu Guru serta Pemimpin Sekolah
Jakarta, MZK News – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperkuat diplomasi pendidikan global melalui kemitraan strategis trilateral bersama McGill University Kanada dan Uni Emirat Arab (UEA).
Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat peningkatan mutu guru serta kepemimpinan sekolah guna menciptakan sistem pendidikan nasional yang inklusif. Melalui inisiatif ini, pemerintah berupaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman dan kebutuhan talenta masa depan.
Kemitraan transformatif ini didukung penuh oleh hibah dari Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation (UEA) melalui pembentukan UAE–Indonesia Future Leaders Program.
Inisiatif tersebut memobilisasi keahlian lintas disiplin, penyediaan beasiswa, serta pertukaran pengetahuan yang mendalam untuk mendorong perubahan sosial yang signifikan. Fokus utama program ini mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia di berbagai bidang krusial, mulai dari pendidikan, teknik, hingga kesehatan dan keberlanjutan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kualitas pendidik adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Beliau memandang bahwa investasi pada sumber daya manusia di sektor pendidikan akan memberikan dampak positif yang luas bagi generasi mendatang.
“Penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi yang berdampak besar dan berjangka panjang. Guru dan pemimpin sekolah yang berkualitas merupakan kunci daya ungkit perbaikan pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/2/2026).
Kerja sama ini secara resmi dipayungi oleh Memorandum Saling Pengertian (MSP) yang telah ditandatangani sejak akhir tahun 2025 di Jakarta. Lingkup kolaborasi ini sangat luas, mencakup inovasi kurikulum, pengembangan profesional guru berkelanjutan, hingga riset dan evaluasi sistem pendidikan.
Dengan kerangka kerja sama yang jelas, Kemendikdasmen berharap tercipta standarisasi kepemimpinan pendidikan yang setara dengan kualitas internasional di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Universitas Indonesia bertindak sebagai mitra strategis utama yang menghubungkan perguruan tinggi dalam negeri dengan jaringan universitas ternama di UEA. McGill University berperan sebagai jembatan kolaborasi dengan institusi seperti Khalifa University dan Zayed University untuk memperluas praktik riset bersama.
Sinergi antarnegara ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan pendidikan tinggi di tanah air.
Program yang direncanakan berjalan selama lima tahun ini akan memfokuskan kegiatannya pada program International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD). Sasaran utama program ini adalah para widyaiswara, guru, kepala sekolah, dan administrator pendidikan agar memiliki kompetensi kepemimpinan yang unggul dalam tata kelola sekolah. Selain itu, mahasiswa pascasarjana Indonesia juga mendapatkan kesempatan emas untuk melakukan riset di bawah supervisi langsung profesor dari McGill University.
Mendikdasmen kembali menekankan bahwa manfaat dari kemitraan internasional ini akan meluas hingga ke pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Melalui pengaturan teknis yang matang, pemerintah memastikan setiap target keluaran program dapat terukur dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
“Kemitraan ini tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membuka jalur pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia di masa depan,” tegasnya menutup penjelasan mengenai kolaborasi global tersebut.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: InfoPublik
