
Perkuat Perlindungan Aset Negara, KOPVITNAS Resmikan Sekretariat Baru di Pluit
Jakarta, MZK News – Penguatan tata kelola keamanan pada aset-aset strategis negara dan pengokohan konsolidasi kelembagaan terus dipacu oleh berbagai elemen organisasi nasional. Langkah taktis ini dioptimalkan guna mengantisipasi eskalasi ancaman global yang berpotensi mengganggu stabilitas kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional.
Dewan Pimpinan Nasional Komunitas Peduli Objek Vital Nasional (DPN KOPVITNAS) merealisasikan komitmen tersebut dengan memperluas jaringan infrastruktur organisasinya. Lembaga ini resmi membuka Sekretariat Operasional baru di kawasan Landmark Pluit, Jakarta Utara, Selasa (7/7/2026).
Fasilitas baru yang bertempat di Golden Rock, Jalan Pluit Selatan Raya Tower E3, Penjaringan ini diposisikan sebagai pusat kendali taktis untuk mengoordinasikan program kerja di seluruh Indonesia. Sementara itu, aktivitas administrasi dan pengambilan kebijakan makro tetap berpusat di Kantor DPN KOPVITNAS Menteng, Jakarta Pusat, yang dipimpin oleh Rika Aryuna, S.E., S.H., M.M.
Agenda peresmian ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dr. Imam Supriyadi bersama Wakil Ketua Umum Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Drs. Ir. Suyono Thamrin. Hadir pula perwakilan Dewan Pengawas Johanes Soetikno, S.T., M.M., serta jajaran Dewan Pakar Rino Triyono, S.Kom., S.H.
“Sekretariat ini untuk memperkuat koordinasi internal dan membangun kolaborasi nasional. KOPVITNAS hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga aset-aset vital bangsa,” tegas Ketua Umum Dr. Imam Supriyadi dalam sambutan pembukaannya.
Imam menerangkan bahwa kehadiran sekretariat baru di Jakarta Utara ini akan mempercepat realisasi program sertifikasi kompetensi bagi para personel pengamanan aset negara. Langkah ini dinilai sangat mendesak seiring dengan dinamika kerawanan objek vital nasional yang kian kompleks.
Sorotan terhadap spektrum ancaman modern tersebut turut dipertegas oleh Wakil Ketua Umum, Suyono Thamrin, yang mengulas bahaya infiltrasi nonkonvensional. Sistem pengamanan objek vital saat ini dituntut untuk tidak hanya fokus pada proteksi fisik, melainkan harus diperkuat dengan sistem pertahanan siber yang adaptif.
“Perlu sinergi lintas sektor, peningkatan SDM, dan tata kelola pengamanan yang modern serta adaptif,” ujar Suyono Thamrin menambahkan penjelasannya mengenai peta jalan pengamanan siber.
Dewan Pakar KOPVITNAS berkomitmen untuk terus menyuplai kajian ilmiah serta rekomendasi kebijakan strategis kepada kementerian teknis terkait guna meminimalkan risiko sabotase. Integrasi kerja sama antara dunia usaha, akademisi, dan kepolisian diposisikan sebagai pilar utama pelindung gerak pembangunan nasional.
Melalui perluasan ekspansi kantor operasional ini, KOPVITNAS optimistis mampu mengawal perlindungan aset strategis secara lebih profesional, mandiri, dan kredibel. Sinergi nasional yang kokoh ini diharapkan memberi kontribusi nyata dalam mewujudkan visi besar kedaulatan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina
