Kisruh Susu Formula Keamanan di Indonesia, BPOM: Susu Indonesia Aman
Jakarta, MZK News – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa susu formula yang ada di Indonesia aman dikonsumsi. Hal ini menanggapi kisruh yang ada akhir-akhir ini di Eropa dan dunia. Informasi ini disampaikan BPOM melalui situs resminya, Sabtu (31/1/2026).
Menurut informasi dari laman BPOM, Indonesia hanya ada dua batch produk susu formula merek S-26 Promil Gold pHpro 1 milik PT Nestlé Indonesia yang diminta untuk dihentikan distribusinya. Susu tersebut juga ditarik kembali untuk sementara sebagai langkah kehati-hatian. Selain dua produk tersebut, tidak ada lagi produk susu formula lain yang terdampak atau ditarik dari peredaran di Indonesia.
“BPOM terus melakukan pengawasan secara ketat, baik sebelum produk beredar (pre market) maupun setelah produk beredar (post market),” keterangan resmi dari situs BPOM yang dikutip MZK News.
BPOM juga berkoordinasi intensif dengan otoritas pengawas pangan internasional untuk memastikan keamanan, mutu, dan gizi produk pangan yang beredar di Indonesia.
Adapun penarikan terbatas dilakukan pada produk S-26 Promil Gold pHpro 1 dengan nomor edar ML 562209063696 dan nomor best 51530017C2 serta 51540017A1. Penarikan tersebut dilakukan karena adanya notifikasi dari otoritas keamanan pangan internasional terkait potensi kontaminasi toksin cereulide pada produk susu formula di beberapa negara.
Lebih lanjut, BPOM juga sudah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi dan importasi produk yang dimaksud. Ini dilakukan demi melindungi konsumen. Di sisi lain, PT Nestlé Indonesia juga sudah melakukan voluntary recall terhadap dua batch produk tersebut.
“Hingga saat ini, belum terdapat laporan resmi mengenai kasus sakit atau keracunan di Indonesia yang berkaitan dengan konsumsi produk susu formula tersebut,” kutipan dari laman BPOM.
BPOM juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak akurat. BPOM juga menyarankan masyarakat agar Cek KLIK-memeriksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa- sebelum membeli.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
