Sijunjung Negerinya Para Tokoh Nasional: Ada Mafia Hutan Bertangan Besi
Oleh: C. Gangga Lala Pari
Skandal Hutan 700 Hektar memang tidak habis-habis. Isu kerugian negara yang mencapai ratusan miliar bahkan sampai Triliunan di Kabupaten Sijunjung kian santer terdengar. Pembabatan hutan tersebut diduga sudah terjadi semenjak Tahun 2022-2025.
Kabupaten Sijunjung adalah kabupaten yang berjuluk Ranah Lansek Manih. Banyak orang hebat yang berasal dari kabupaten ini salah satunya Guru Bangsa Buya Syafii Maarif yang selalu menjadi penasehat Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Tokoh Besar Muhamadiyah.
Juga Tokoh Nasional Andre Rosiade yang menjabat sebagai anggota DPR-RI dan Hasan Nasbi yang menjabat sebagai Kepala Komunikasi Istana Kepresidenan.
Namun sayang, meskipun banyak mempunyai tokoh hebat bukan berarti Sijunjung lepas dari jarahan tangan-tangan oknum nakal yang merenggut kekayaan negara. Banyak permasalahan yang memang belum tuntas di Kabupaten Sijunjung, bahkan yang terbaru salah satunya skandal Hutan 700 hektar di Nagari Tanjung Kaliang.
Pembabatan hutan skala besar ini cukup mengagetkan masyarakat bahkan sampai kepada ranah hukum. Dugaan tumpang tindih lahan dan masalah adu mengadukan ke pihak Hukum menjadi sorotan dan isu skandal terbesar di Kabupaten Sijunjung saat ini.
Namun, tidak ada aparat Hukum yang mampu untuk mengungkap Skandal permasalahan ini padahal dugaan kerugian Negara jelas terpampang di depan mata, mulai dari perizinan, sektor pajak dan kerugian secara ekologis.
Juga ada Indikasi dugaan ikut campur oknum APH berinisial HAS dalam skandal ini semakin menguat ketika adanya foto penyerahan sejumlah uang kepada warga (Ninik Mamak Nagari) di Polda Sumbar pada (12/5/2023).
Konon katanya, di Sijunjung banyak oknum pejabat dan mafia yang mampu menghalau APH dalam penyelidikan kasus besar, bahkan ada isu tangan besi yang bisa mengendalikan para oknum APH yang ada.
Baru-baru ini di Sijunjung juga pernah terjadi pengkondisian pemindahan Kajari dari Sijunjung sampai ke belahan Indonesia Timur, padahal Kajari tersebut sedang mengungkap kasus besar, masalah Pembelian hutan lindung yang di beli oleh pemkab pada tahun 2006 .
Masalah besar di Sijunjung ini memang banyak, namun terlihat minim penindakan, bahkan tak ada sama sekali. Penindakan dugaan kasus mega Korupsi di Sijunjung selalu gagal dan selalu ada yang menggagalkan.

