NasionalNewsTOP STORIES

Blokade Jalan Kembali Terjadi, Polsek Madapangga Masih Upayakan Persuasif

Bima, MZKNews – Pemblokiran jalan di Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali terjadi. Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Madapangga IPDA Kader saat dihubungi, Sabtu (9/9) malam.

Kapolsek mengatakan, aksi pemblokiran kembali terjadi dipimpin Imam Zuardi dan Irwandiyansyah setelah jalan dibuka anggota Koramil 1608-02/ Bolo pada Jumat (8/9) sekitar pukul 18.05 WITA.

Pemblokiran menuntut kepolisian untuk segera menangkap para terduga pelaku penganiayaan kedua pimpinan aksi pemblokiran itu (Imam Zuardi dan Irwandiyansyah) di depan masjid At-Taqwa Desa Woro pada Kamis (7/9) sekitar pukul 20.30.WITA.

“Polisi masih melakukan persuasif,” ujar Kader.

Kader menjelaskan, pihaknya sudah mencoba mendatangi pihak keluarga terduga pelaku untuk menyerahkan diri secara kooperatif agar permasalahan dapat selesai.

“Kami sudah datangi dan berikan pemahaman terhadap pihak keluarga terduga tadi dan kami upaya kumpul lagi dengan keluarganya malam ini katanya. Kita tunggu saja dan mudah-mudahan ada solusinya,” jelas Kader.

Sementara sebelumnya, seorang jurnalis media jurnalindonesia.id, Imam Zuardi mengaku dikeroyok warga di depan masjid At-Taqwa Desa Woro pada Kamis (7/9) sekitar pukul 20.00 WITA.

Fan Barat sapaan akrabnya menjelaskan, peristiwa itu terjadi pas pulang dari sawah melewati jalan lintas Woro dan tiba-tiba ada penghadangan jalan entah apa yang dihadang tidak tahu, lalu menanyakan masyarakat sekitar lokasi ada apa?

“Saat saya tanya tiba-tiba ada seorang pemuda yang memakai baju biru langsung memukul kepala hingga terjatuh di atas motor. Saat saya jatuh, pemuda pun mengeluarkan parang dan membacok saya, tapi saya hindari dan tahan pakai kayu setiap tindakan pemuda itu,” ungkap Fan.

Dia menyebut, aksi brutal tidak hanya dilakukan satu pemuda, namun juga dilakukan banyak orang mulai dari yang muda hingga yang tua.

“Saya meminta ampun dan tolong terhadap masyarakat untuk berhenti memukul saya, tetapi tetap saja melancarkan aksinya, untung saja saya bisa melarikan diri tanpa alas kaki masuk dalam sawah sambil menelpon kakak saya untuk menjemput dari pengejaran mereka yang sambil berkata bunuh dia,” sebut Fan.

Sementara Dae Yan Bintang membenarkan kejadian itu. Yan mengaku, mendengar ada pengeroyokan dilakukan para terduga pelaku itu, sontak mencari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di depan masjid At-Taqwa Desa Woro.

“Ya, setiba di TKP, tiba-tiba saya pun ikut dikeroyok dan untung saja ada teman yang menolong saya. Setelah saya dibawa teman, para terduga pelaku pun menyebut bunuh dia dengan suara lantang,” kata Yan.

Reporter: Muhtar Habe

Editor: Elsima Nainggolan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *