DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Resmi Raih HKI, Pemkab Nagan Raya Gencarkan Promosi Batu Giok ke Level Nasional

Nagan Raya, MZK News – Pengembangan potensi komoditas unggulan daerah yang bernilai ekonomi tinggi terus dipacu oleh pemerintah kabupaten melalui strategi pemasaran yang masif. Langkah ini dioptimalkan guna mendongkrak roda perekonomian masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya merealisasikan komitmen tersebut dengan menggencarkan promosi batu giok khas daerah secara terintegrasi. Upaya perluasan pasar ini mendapatkan momentum kuat setelah batu giok Nagan Raya secara resmi memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari pemerintah pusat.

Guna membuktikan kualitasnya di pasar domestik, batu mulia asal bumi serambi mekah ini aktif diikutkan dalam berbagai ajang pameran besar di tanah air. Setelah sebelumnya sukses menarik perhatian di Kota Medan, batu giok Nagan Raya teranyar berhasil menyabet gelar juara pada kontes batu mulia nasional di Bandung, Jawa Barat.

“Keikutsertaan dalam berbagai kontes ini menjadi langkah nyata untuk memperkenalkan batu giok Nagan Raya sekaligus membuktikan kualitasnya mampu bersaing dengan batu mulia dari daerah lain,” ujar Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, Jum’at (3/7/2026).

Raja Sayang menjelaskan bahwa penguatan  promosi ini tidak boleh hanya bertumpu pada penjualan  material  mentah (raw material). Sektor industri kreatif lokal harus  didorong untuk melakukan  hilirisasi produk agar  mampu  menghasilkan  nilai tambah ekonomi yang berlipat ganda.

Batu alam eksotis ini kini mulai diolah menjadi  aneka kerajinan tangan bernilai estetika tinggi seperti cincin, gelang, kalung, papan nama, hingga  tongkat komando. Ragam cenderamata premium tersebut diposisikan sebagai alat diplomasi budaya saat  menerima kunjungan  pejabat diplomatik luar daerah.

Sebagai bagian dari  implementasi pemasaran, Raja Sayang menyerahkan langsung plakat cinderamata batu giok tersebut kepada Wakil Bupati Bandung saat melakukan agenda kunjungan kerja. Aksi ini dilakukan untuk  membuka peluang  investasi dan  kerja sama dagang antarprovinsi.

Pihak pemerintah daerah juga menyempatkan diri  menyambung kunjungan ke sentra pengrajin batu di Kabupaten Sukabumi untuk melakukan studi  komparasi tata cara pengolahan modern. Ilmu metalurgi tradisional dari  Jawa Barat tersebut akan  dijadikan  referensi utama dalam membangun  pusat  edukasi batu mulia di Aceh.

Melalui  kombinasi proteksi  hukum HKI dan  inovasi produk harian ini, Pemkab Nagan Raya optimis batu giok lokal akan  mendominasi pasar siber fesyen nasional. Sinergi antara birokrasi dan UMKM  diyakini  mampu  menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan bagi  warga setempat.

Reporter: M. Akbar
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *