DaerahFEATUREDNewsRegionalTOP STORIES

Meriahnya Pawai Ta’aruf Tradisi Nasi Kuniang di Khatam Al-Qur’an MDTA Surau Aur Kuning

Solok, MZK News – Penguatan kualitas pendidikan karakter keagamaan dan penanaman nilai-nilai luhur kitab suci pada generasi muda terus dioptimalkan di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan islam. Langkah preventif ini digulirkan sebagai ikhtiar batiniah untuk membentengi moral anak dari dampak negatif pergaulan modern.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Surau Aur Kuning, Simpang Rumbio, Kota Solok, merealisasikan komitmen spiritual tersebut secara nyata. Lembaga pendidikan Islam ini sukses menyelenggarakan agenda perayaan Khatam Al-Qur’an yang diikuti oleh 10 orang santri pilihan, Minggu (5/7/2026).

Sebelum prosesi wisuda sakral dimulai, kemeriahan acara diawali dengan pelepasan pawai ta’aruf keliling wilayah perkotaan oleh Kepala KUA Lubuk Sikarah, H. Syamsurijal, M.Pd. Rute arak-arakan berjalan semarak berkat kehadiran barisan Bundo Kanduang dan bako yang membawa nasi kuniang khas tradisi adat Minangkabau.

Lurah Simpang Rumbio, Yulhendri, bersama tokoh masyarakat Abdurrahman, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran festival budaya religius harian ini. Pihak kelurahan mengingatkan para santri bahwa momentum wisuda ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mendalami ilmu syariat.

Harapan senada diutarakan oleh Ketua Pengurus Surau, Abdullatif, S.H.I., M.H., yang mengulas kembali nilai historis pendirian tempat ibadah tersebut. Surau Aur Kuning yang dicanangkan oleh Angku Aur sejak zaman dahulu diposisikan sebagai pondasi dasar penyiaran dakwah islam di wilayah Solok.

Agenda mulia ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Fauzi, S.Sos.I., M.H., yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Solok. Dalam amanatnya, Fauzi memberikan penekanan khusus kepada para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga aktivitas harian buah hati mereka.

“Kondisi pergaulan di luar saat ini sedang tidak baik-baik saja. Benteng terbaik adalah menanamkan al-Qur’an dalam hati anak. Orang tua harus intens mengawasi, karena waktu anak di rumah jauh lebih lama daripada di sekolah dan MDTA,” ujar Fauzi di hadapan wali murid.

Pihak Kemenag menegaskan bahwa pengawasan yang ketat di rumah merupakan kunci utama pelengkap kurikulum akhlak yang telah diajarkan oleh para guru mengaji. Melalui sinergi yang kokoh antara guru dan orang tua, lulusan madrasah diharapkan tumbuh menjadi individu yang kompeten, berbakti, dan berakhlak mulia.

Kegiatan seremonial keagamaan ini diakhiri dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara bergantian oleh para peserta khatam di atas panggung utama. Iklim religius yang kental selama acara berlangsung membawa optimisme baru bagi masa depan syiar islam siber di ranah minang.

Reporter: Fitria Sartika
Editor: Martha Syaflina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *