Polda Riau Gulung 525 Pelaku Kejahatan Jalanan, Bongkar 1.333 Kasus Kriminalitas C3
Pekanbaru, MZK News – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Polres jajaran sukses mencatatkan rapor gemilang dalam memberantas aksi kejahatan jalanan. Hasil kerja keras sepanjang lima bulan pertama tahun 2026 ini berhasil menyikat sebanyak 525 pelaku kriminal.
Tim gabungan Korps Bhayangkara tersebut berhasil membongkar total 1.333 kasus kejahatan konvensional C3 (Curat, Curas, dan Curanmor). Operasi skala besar ini digencarkan secara maraton sejak awal Januari hingga akhir Mei 2026 di seluruh wilayah hukum Provinsi Riau.
Keberhasilan penegakan hukum ini dipaparkan langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Rabu (3/6/2026) siang. Ratusan tersangka beserta tumpukan barang bukti dihadirkan langsung di hadapan awak media.
“Selama periode Januari sampai Mei 2026, kami berhasil mengungkap 1.333 perkara. Kasus tersebut terdiri dari 748 kasus curat (pencurian dengan pemberatan), 448 kasus curas (pencurian dengan kekerasan), dan 137 kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor),” kata Brigjen Pol Hengki Haryadi.
Dari total 525 tersangka yang dijebloskan ke sel tahanan, polisi merinci 515 di antaranya merupakan pelaku laki-laki dan 10 orang perempuan. Komposisi ini meliputi 426 tersangka kasus curat, 32 tersangka curas termasuk 12 pelaku begal sadis, serta 67 tersangka sindikat curanmor.
Dalam operasi penggerebekan massal tersebut, petugas di lapangan juga menyita berbagai aset dan alat kejahatan bernilai tinggi. Polisi mengamankan 189 unit sepeda motor, 18 unit mobil, dua pucuk senjata api jenis airsoft gun, 29 bilah senjata tajam, 15 buah kunci letter T, serta uang tunai Rp48.068.000.
Mantan penyidik ulung ini menegaskan, peredaran narkoba menjadi salah satu pemicu utama maraknya aksi kejahatan jalanan C3 di tengah masyarakat. Mayoritas pelaku yang diinterogasi mengaku nekat menjambret dan mencuri demi mendapatkan uang instan untuk membeli sabu.
“Salah satu kasus yang kami ungkap di wilayah Siak dan Dumai menunjukkan pelaku mencuri sepeda motor untuk mendapatkan uang membeli sabu. Bahkan pelaku memiliki spesialisasi mencuri sepeda motor jenis NMAX,” beber Hengki menguraikan modus operandi tersangka.
Guna mengantisipasi gejolak kamtibmas, Polda Riau berkomitmen penuh untuk terus menekan angka kriminalitas secara konsisten. Strategi taktis yang disiapkan meliputi penguatan patroli rutin malam hari, peningkatan kehadiran personel di titik rawan, serta tindakan tembak di tempat bagi begal yang melawan.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan aktif memberikan informasi jika melihat pergerakan mencurigakan di lingkungan mereka. Kerja sama publik dinilai menjadi instrumen penting guna menciptakan ruang siber dan lingkungan sosial yang steril dari ancaman premanisme.
“Kami berkomitmen meminimalisir bahkan menghilangkan rasa takut masyarakat terhadap kejahatan. Karena itu, upaya pencegahan dan penegakan hukum akan terus kami lakukan secara konsisten,” tegas jenderal bintang satu tersebut mengakhiri penjelasannya.
Reporter: Rosbinner Hutagaol
Editor: Martha Syaflina

