Rampungkan Dokumen NC4, KLH/BPLH Buktikan Transparansi Aksi Iklim Indonesia di Kancah Global
Jakarta, MZK News – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus mempertegas komitmennya di panggung global. Kementerian sukses menuntaskan penyusunan Fourth National Communication (NC4) atau Komunikasi Nasional Keempat Indonesia sebagai bukti nyata konsistensi pengawalan isu iklim.
Dokumen strategis ini menjadi instrumen vital yang diterbitkan KLH/BPLH untuk membuktikan kemajuan nyata serta konsistensi Indonesia dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC). Dokumen tersebut sekaligus menegaskan transparansi tata kelola aksi iklim nasional kepada dunia internasional.
Sebagai otoritas resmi yang memegang mandat pelaporan berkala kepada PBB (UNFCCC), KLH/BPLH menyusun NC4 sebagai peta jalan yang komprehensif. Dokumen ini merangkum basis data mutakhir mengenai kondisi emisi gas rumah kaca nasional, efektivitas aksi mitigasi, hingga kalkulasi kebutuhan pendanaan hijau.
Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ary Sudijanto, menegaskan seluruh tahapan penyusunan NC4 berada di bawah pengawalan ketat. Hal ini dilakukan demi menjamin validitas informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“NC4 Indonesia diposisikan sebagai instrumen strategis KLH/BPLH untuk meningkatkan transparansi, konsistensi, keterbandingan, kelengkapan, dan akurasi pelaporan perubahan iklim kita kepada masyarakat internasional,” ujar Ary Sudijanto di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Ary menjelaskan bahwa dokumen ini merekam secara utuh dinamika kondisi nasional dan efektivitas kebijakan strategis kementerian. Dalam merumuskan laporan berskala besar ini, KLH/BPLH juga menjalankan peran kepemimpinannya dengan mengedepankan prinsip inklusif lintas sektor sejak tahun 2024.
Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Haruki Agustina, menggarisbawahi bahwa forum komunikasi publik menjadi ruang partisipatif yang dibuka luas oleh kementerian. Langkah ini memastikan seluruh elemen masyarakat mendapatkan akses pemahaman yang utuh sebelum dokumen difinalisasi.
“NC4 adalah wujud nyata dari komitmen KLH/BPLH dalam membangun tata kelola perubahan iklim yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Kami menempatkan semangat kolaborasi sebagai fondasi utama untuk menghasilkan dokumen negara yang kuat,” tutur Haruki Agustina.
Berdasarkan basis data draf laporan NC4, KLH/BPLH mencatat total emisi gas rumah kaca Indonesia pada tahun 2024 mencapai 1,49 miliar ton setara karbon dioksida ($CO_2e$). Tantangan terbesar berada pada sektor energi yang memberikan kontribusi dominan sebesar 53,77 persen.
Meskipun sektor energi dan limbah masih mengalami tren kenaikan, KLH/BPLH berhasil menunjukkan keberhasilan signifikan dalam mengendalikan emisi di sektor kehutanan (LULUCF). Intervensi kebijakan kementerian mampu menekan angka emisi kehutanan hingga 62,77 persen dibandingkan tahun 2000.
Capaian ini menjadi bukti empiris atas efektivitas program pengendalian deforestasi, moratorium, serta perbaikan tata kelola lahan. Guna memenuhi target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), KLH/BPLH kini mengompilasi langkah mitigasi terukur seperti transisi energi bersih dan modernisasi TPA.
Selain mereduksi emisi, KLH/BPLH memastikan strategi adaptasi perubahan iklim telah terintegrasi secara struktural dalam arus utama pembangunan nasional. Manifestasi nyata dari kepemimpinan kementerian di tingkat tapak ditunjukkan melalui ekspansi Program Kampung Iklim (ProKlim) yang mencapai 12.696 lokasi.
Melalui penguatan forum komunikasi publik ini, KLH/BPLH optimistis dapat menghimpun masukan konstruktif guna menyempurnakan dokumen NC4 sebelum diserahkan ke UNFCCC pada Juli 2026. Dokumen ini diposisikan sebagai kompas strategis institusi untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenlh RI

