Harga LPG 3 Kg di Pasaman Stabil Saat Iduladha, Warga Puji Pengawasan Hiswana Migas
Pasaman, MZK News – Realisasi distribusi dan harga eceran Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Pasaman dilaporkan tetap aman terkendali. Kondisi kondusif ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat di tengah tingginya konsumsi dapur selama momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kelancaran pasokan komoditas gas melon ini dinilai tidak lepas dari peran aktif Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Sumatera Barat. Lembaga tersebut dinilai konsisten memonitor dan mengawasi jaringan pangkalan resmi agar tetap memasarkan produk sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.
Salah seorang tokoh warga Pasaman, Aguswanto, memaparkan bahwa kabar miring mengenai kelangkaan dan lonjakan harga gas yang mencekik di wilayahnya tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, fluktuasi harga di atas rata-rata murni akibat ulah spekulasi beberapa oknum pengecer tidak resmi di tingkat bawah.
“Saya langsung pulang kampung sekaligus merayakan Idul Adha untuk mengetahui apakah benar harga di kampung saya Pasaman melonjak tidak wajar. Ternyata tidak demikian, harga masih wajar dan warga tidak keberatan,” ujar Aguswanto saat dimintai keterangan, Jumat (29/5/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua organisasi Pers di Sumatera Barat ini meminta masyarakat luas untuk bersikap cerdas dan berani menolak praktik pungutan liar. Ia menyarankan konsumen untuk mengalihkan pembelian langsung ke pangkalan resmi serta segera melaporkan oknum penimbun ke pihak berwajib.
“Kalau ada oknum pengecer yang menjual harga BBM termasuk LPG di luar batas kewajaran, semestinya aparat Kepolisian segera mengambil tindakan agar tidak merembes kemana-mana,” kata Aguswanto menambahkan desakan penegakan hukum agar Pertamina dan Hiswana Migas tidak dijadikan kambing hitam.
Senada dengan Aguswanto, kesaksian mengenai stabilitas harga bahan bakar hijau ini juga diutarakan oleh warga lainnya. Prima, seorang pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi ojek pangkalan di kawasan Simpang Ampek, mengaku tidak menemui kendala harga saat berbelanja keperluan dapur.
“Saya baru kemarin beli gas pak, harganya gak mahal masih wajar-wajar saja. Bapak boleh tanya saja yang lain, pasti mereka katakan harganya masih wajar,” tutur Prima meyakinkan awak media lokal sebelum kembali mengangkut penumpang.
Prima menambahkan, kebutuhan pasokan LPG 3 kilogram di tingkat rumah tangga memang sempat melonjak tajam menjelang hari tasyrik. Sebagian besar keluarga di Pasaman dan Pasaman Barat memerlukan volume gas ekstra untuk kebutuhan memasak hidangan tradisional rendang daging kurban.
Berkat sinergi pengawasan yang ketat antara Hiswana Migas, Pertamina, dan pemda setempat, pasokan energi masyarakat perdesaan dapat terpenuhi dengan baik. Kondisi ini membuat suasana perayaan hari besar keagamaan di wilayah Sumatera Barat berjalan dengan khidmat tanpa gejolak kelangkaan pangan.
Reporter: Novrianto
Editor: Martha Syaflina

