FEATUREDNasionalNewsTOP STORIES

Diktis Kemenag: Publikasi Internasional PTKIN Tembus 2.241 Dokumen Scopus

Jakarta, MZK News – Kinerja publikasi internasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif dalam dua tahun terakhir. Lonjakan ini terlihat signifikan dari peningkatan jumlah dokumen ilmiah dan sitasi internasional yang sukses menembus indeksasi Scopus pada periode 2025–2026.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama, Prof. Sahiron, menilai capaian ini menjadi indikator penting bagi iklim siber kampus keagamaan. Produktivitas riset yang melesat membuktikan bahwa budaya akademik dan reputasi global PTKIN kian diakui di panggung internasional.

“Peningkatan publikasi dan sitasi internasional ini menunjukkan bahwa PTKIN semakin aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan percakapan akademik global. Ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kualitas, relevansi, dan dampak keilmuan,” ujar Prof. Sahiron, Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan data resmi Scopus dan SciVal tahun 2025–2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sukses mencatatkan kinerja tertinggi pada kategori scholarly output. Kampus di Yogyakarta tersebut memimpin dengan perolehan total 426 dokumen internasional yang terbit di berbagai jurnal bereputasi.

Posisi elite berikutnya ditempati oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan raihan 415 dokumen ilmiah. Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berhasil memproduksi sebanyak 351 dokumen internasional.

Tidak hanya unggul dalam jumlah artikel, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga merajai kategori tingkat keterbacaan atau sitasi internasional dengan total 898 sitasi. Menyusul di belakangnya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengantongi 502 sitasi dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebanyak 442 sitasi.

Prof. Sahiron menilai capaian membanggakan tersebut merupakan buah manis dari penguatan ekosistem riset yang terus dibangun secara masif di lingkungan PTKIN. Intervensi programnya meliputi peningkatan kapasitas dosen, kolaborasi riset lintas negara, hingga penguatan tata kelola jurnal internal kampus.

“Kami terus mendorong PTKIN agar tidak hanya fokus pada kuantitas publikasi, tetapi juga kualitas riset yang memberikan solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan dunia Islam kontemporer,” kata Prof. Sahiron menerangkan arah kebijakan Diktis ke depan.

Ia menekankan bahwa publikasi internasional merupakan instrumen strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat studi Islam moderat dan transformatif dunia. Oleh karena itu, sinergi seluruh sivitas akademika mutlak diperlukan agar tren positif ini tidak mengendur di tahun-tahun mendatang.

“Ke depan, kami berharap capaian ini dapat terus meningkat melalui sinergi seluruh sivitas akademika PTKIN. Budaya riset harus menjadi napas akademik kampus agar PTKIN mampu menjadi pusat unggulan keilmuan Islam di tingkat dunia,” tambah Direktur Diktis tersebut.

Secara akumulatif, total dokumen ilmiah (scholarly output) seluruh PTKIN pada periode 2025–2026 sukses menyentuh angka 2.241 dokumen dengan total 3.075 sitasi global. Angka kuantitatif ini memperlihatkan semakin kuatnya kontribusi nyata kampus Islam negeri dalam pengembangan ilmu pengetahuan universal yang berbasis nilai kebangsaan.

Reporter: Martha Syaflina
Editor: Khoirul Anam
Sumber: Kemenag RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *